Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Century

Nadya Mulya: Usut Aktor Intelektual Kasus Century, Tak Perlu Tunggu Salinan Putusan MA

Padahal, kasus ini telah berkekuatan hukum tetap setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan BM.

Nadya Mulya: Usut Aktor Intelektual Kasus Century, Tak Perlu Tunggu Salinan Putusan MA
Ist
Putri Budi Mulya, Nadya Mulya (pegang buku), saat peluncuran buku Mukhamad Misbakhun di Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya (BM), mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengembangkan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Padahal, kasus ini telah berkekuatan hukum tetap setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi yang diajukan BM.

"Sampai saat ini kami pihak keluarga belum menerima putusan penolakan kasasi bapak. Padahal sudah empat bulan. MA memang lelet banget. Masa harus butuh waktu 6 bulan untuk dapat salinan," ujar putri Budi Mulya, Nadya Mulya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/8/2015).

"KPK seharusnya bisa menindaklanjuti kasus bailout Century tanpa harus menunggu salinan MA," tegas Nadia.

Dia tetap meyakini ayahnya tidak bersalah dalam pengucuran dana tersebut.

Dalang kasus bank Century, kata Nadya, harus ada yang diseret ke pengadilan. Sebab ayahnya hanya sebagai pejabat Deputi Moneter dan Devisa Bank Indonesia dan tidak tahu-menahu atas kasus itu.

"Sehingga tak pantas ayah saya dihukum atas kasus itu. KPK harus mengungkap dan mengusut kasus itu lebih lanjut. Agar semuanya terbuka. Jangan ayah saya dikorbankan," tutur Nadya.

Fakta-fakta baru yang dimunculkan dalam buku M. Misbakhun, politisi Partai Golkar, yang diluncurkan beberapa hari lalu, kata Nadya, sangat mencengangkan. Bahkan, dalam buku itu, ungkap Nadya, ayahnya hanya sekali ikut rapat dalam pengucuran dana bailout Century.

"Saya sudah baca buku Pak Misbakhun terutama surat Sri Mulyani ke Presiden SBY saat itu. Saya kaget. Selama ini saya hanya dengar rumor ada salinan surat Sri Muliyani ke Presiden," ucapnya.

Presenter salah satu TV Swasta itu mengatakan, dalam buku Misbakhun, Budi Mulya hanya sekali ikut rapat. Dari situ, lanjut dia, semakin kelihatan siapa-siapa saja yang terlibat dan aktor intelektual di balik kasus bank Century.

"Dari buku Pak Misbakhun, jelas surat Sri Muliyani ke Presiden (SBY saat itu), 'seperti yang bapak tahu'. Artinya disitu presiden sudah tahu. Kenapa ayah saya yang dikorbankan?" tanyanya.

Dia mengapresiasi keberanian Misbakhun untuk kembali meluncurkan buku berjudul Sejumlah Tanya Menolak Lupa dengan sejumlah data-data yang belum diketahui publik. Namun, dia menolak mengomentari polemik yang timbul pascapeluncuran buku tersebut.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas