Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hadapi MEA 2015, Pelabuhan Strategis Harus Terkoneksi

"Sertifikasi di dalam negeri hendaknya juga ditunjang kemampuan memeriksa sertifikasi yang digunakan tenaga kerja asing ASEAN untuk bekerja di sini."

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hadapi MEA 2015, Pelabuhan Strategis Harus Terkoneksi
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Pekerja melakukan proses pembangunan tiang pancang menuju dermaga Pelabuhan Multi Purpose Kuala Tanjung milik PT Pelindo I, di kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Jumat (11/9/2015). Pembangunan pelabuhan yang dimulai sejak Mei 2015 kini telah mencapai 15 persen dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dosen Departemen Hubungan Internasional Unpad, Teuku Rezasyah menilai dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, hendaknya birokrasi pemerintah diperkuat dengan prinsip-prinsip global dan ekonomi politik internasional.

Patut diakui, pemerintah sedang bekerja keras untuk mempersingkat jalur birokrasi perdagangan internasional, sekaligus memberdayakan pelabuhan-pelabuhan laut yang tersebar di seluruh wilayah nasional.

"Untuk itu pelabuhan-pelabuhan strategis tersebut diberdayakan dalam jaringan konektivitas. Sehingga memungkinkan terwujudnya perdagangan langsung ke luar negeri dengan pusat-pusat ekonomi dunia tanpa melalui Tanjung Priok dan negara ketiga," kata Reza di Gedung DPR, Jakarta, Senin (14/9/2015).

Reza menuturkan, pemerintah dalam menghadapi MEA juga harus melakukan pemberdayaan secara besar-besaran yang berujung pada sertifikasi untuk sektor-sektor yang melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Seperti transportasi darat, transportasi laut, transportasi udara, agro industri, perikanan, kehutanan, pertambangan dan jasa pariwisata.

"Sertifikasi di dalam negeri hendaknya juga ditunjang oleh kemampuan memeriksa sertifikasi yang digunakan tenaga kerja asing asal ASEAN untuk bekerja di Indonesia," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Reza, partisipasi pemerintah dalam MEA diharapkan dapat dipersiapkan dengan baik dan sungguh-sungguh.

Sehingga memungkinkan bangsa Indonesia menjadi pelaku aktif dalam persaingan ekonomi global. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas