Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kabut Asap

Teten Masduki:Singapura Harus Memahami Kesulitan Kita

Teten Masduki menyadari kemarahan negara tetangga atas asap yang berasal dari kebakaran lahan dan hutan di Sumatera serta Kalimantan.

Teten Masduki:Singapura  Harus Memahami Kesulitan Kita
Tribunnews.com/Tribunnews.com/Andri Malau
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menyadari kemarahan negara tetangga atas asap yang berasal dari kebakaran lahan dan hutan di Sumatera serta Kalimantan.

Teten kemudian meminta Singapura memahami kondisi itu. Terlebih lagi, Singapura dianggap memperoleh keuntungan selama ini dari usaha perkebunan di Indonesia.

"Pastilah ini asap sangat meluas asap dari yang dihasilkan dari kebakaran lahan sawit atau lahan konsensi untuk sawit atau gambut atau hutan memang cukup meluas ya. Saya kira Singapura harus memahami kesulitan kita untuk memadamkan (api) ini karena bukan satu hal yang sederhana," kata Teten di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Singapura, lanjut Teten, selama ini juga menikmati oksigen yang dihasilkan hutan-hutan Indonesia selama sembilan bulan, sebelum kebakaran terjadi.

"Kita juga tahu banyak industri kebun, tambang yang menyimpan hasil ekspornya di Singapura," kata Teten.

Saat ini, sebut dia, pemerintah berusaha keras untuk melakukan pemadaman. Selain itu, kata Teten, Presiden Joko Widodo sudah menginstruksikan agar pencabutan izin segera dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan yang diketahui melakukan pembakaran.

"Pemerintah tidak diam bahkan sekarang memikirkan bagaimana kebakaran hutan yang terus menerus terjadi selama 17 tahun ini bisa kita hentikan," ucap Teten.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam, telah menyalahkan pemerintah Indonesia atas situasi itu. "Indonesia menunjukkan ketidak-pedulian terhadap orang-orang kami, dan mereka sendiri," kata Menteri Shanmugam beberapa waktu lalu.

Melalui akun Facebook miliknya, Shanmugam menyindir soal pernyataan pejabat Indonesia yang justru memperkeruh suasana.

"Kami mendengar beberapa pernyataan mengejutkan yang dibuat, di tingkat pejabat senior, dari Indonesia," kata dia.

"Bagaimana mungkin bagi pejabat-pejabat senior pemerintahan mengeluarkan pernyataan seperti, menunjukan ketidakpedulian pada rakyat mereka, atau kami, dan tanpa malu apapun, atau rasa tanggung jawab?" kata dia.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas