Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Century

Kerjasama Interpol, Bareskrim Buru Dua DPO Korupsi Bank Century

Dua buronan kami kejar, kerjasama dengan Interpol.

Kerjasama Interpol, Bareskrim Buru Dua DPO Korupsi Bank Century
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Brigjen Boy Rafli Amar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Bareskrim Polri terus melakukan perburuan terhadap dua DPO kasus korupsi dana nasabah Bank Century yang kini bersembunyi di luar negeri.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Interpol untuk menangkap keduanya.

"‎Dua buronan kami kejar, kerjasama dengan Interpol. Terus kami lakukan upaya-upaya," ujar Badrodin, Jumat (22/4/2016) di Mabes Polri.

Terpisah, Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan dalam kasus ini ada delapan tersangka.

Dimana enam diantaranya sudah ditangkap termasuk Hartawan Aluwi, yang adalah mantan Presiden Komisaris PT Antaboga.

Hartawan ditangkap di Singapura dan pada Kamis (21/4/2016) malam dipulangkan ke Indonesia.

Kini Hartawan ditahan di tahanan Bareskrim Polri untuk selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan.

"Jadi masih tersisa dua buronan lagi, yakni Anton Tantular dan Hendro Wiyanto. Kami terus bekerjasama dengan Interpol. Masih terus dilakukan penyidikan, kami tidak bisa sebutkan di negara mana mereka bersembunyi," kata Boy.

Boy menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Dan menurutnya perlu waktu untuk bisa menangkap serta memulangkannya ke Indonesia.

"Tentu berikan waktu pada kami untuk terus berkoordinasi. Kami juga ucapkan terimakasih pada otoritas pemerintah Singapura yang sudah memberikan bantuan sehingga Hartawan bisa dikembalikan," katanya.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas