Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Century

Kisah Hartawan Aluwi Delapan Tahun Hidup Mewah dalam Pelarian

Selama delapan tahun jadi buron, Komisaris PT Antaboga Delta Sekuritas itu hidup mewah di Singapura.

Kisah Hartawan Aluwi Delapan Tahun Hidup Mewah dalam Pelarian
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terpidana kasus Bank Century Hartawan Aluwi dikawal petugas kepolisian saat akan dibawa ke Kejaksaan Agung di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (22/4/2016). Mabes Polri menyerahkan Hartawan Aluwi ke Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan terkait korupsi dana nasabah sebesar Rp 853 miliar. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang buronan kasus penggelapan uang di Bank Century, Hartawan Aluwi, dapat dipulangkan ke Indonesia dari Singapura.

Selama delapan tahun jadi buron, Komisaris PT Antaboga Delta Sekuritas itu hidup mewah di Singapura.

Setelah kabur dari Indonesia pada 2008 lalu, Hartawan divonis 14 tahun penjara dalam persidangan in absentia (tanpa kehadiran terdakwa).

Ia dinyatakan terbukti terlibat kasus penggelapan dana nasabag Bank Century.

Pemilik Bank Century, Robert Tantular, mengalirkan dana nasabah Bank Century ke rekening PT Antaboga Delta Sekuritas.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, Kombes Agung Setya mengatakan selama di Singapura, Hartawan Aluwi, tinggal di sebuah apartemen.

Bareskrim mencatat tiga alamat Hartawan di Negeri Singa itu.

"Di Singapura alamat dia (Hartawan) ada tiga. Pertama, di Ringroad. Kemudian Pekhai Road dan ada lagi di PO BOX 052 Central Office Singapura. Yang terakhir itu untuk alamat kiriman dokumen," kata Agung, di Jakarta, Sabtu (23/4/2016).

Seorang anggota Bareskrim yang ikut mengamankan Hartawan dalam perjalanan dari Singapura ke Indonesia, mengatakan selama berada di Singapura terpidana hidup mewah bersama keluarganya.

"Pastilah hidup mewah, kan uangnya banyak," ujarnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas