Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

La Nyalla Siapkan Pembelaan Pribadi

Namun JPU menganggap pengembalian dana tersebut tidak sah karena menggunakan tanggal mudur dan dibuat menggunakan materi 2014.

La Nyalla Siapkan Pembelaan Pribadi
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti (kiri) menyimak keterangan saksi saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (5/10/2016). Dalam sidang itu JPU menghadirkan tiga saksi, yakni Penyelia Bank Jatim Sri Bondan, Mantan Marketing Bank Jatim Ella Alexandeia Sukma Wati, dan Mantan Dirut Bank Jatim Tri Udjiarti. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sidang perkara korupsi yang melibatkan mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Matalitti, mendekati titik akhir. Jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan pidana enam tahun penjara dan denda Rp 500 juta, terhadap Ketua Pemuda Pancasila Jawa Timur tersebut.

La Nyalla menanggapi santai tuntutan tersebut. Dia menilai banyak pertimbangan jaksa penuntut umum (JPU) yang tidak sesuai fakta persidangan. Termasuk soal dana hibah yang telah ia kembalikan secara bertahap.

Namun JPU menganggap pengembalian dana tersebut tidak sah karena menggunakan tanggal mundur dan dibuat menggunakan materi 2014.

"Masalah pengembalian uang sudah jelas, meterai juga sudah jelas. Nanti akan kami sampaikan di pledoi (pembelaan) saja," kata La Nyalla di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Ia melihat wajar saja menyampaikan fakta persidangan yang mendukung dakwaannya. "Namanya jaksa, kan tugasnya menuntut, biarkan saja," kata La Nyalla.

Setelah mendengar tuntutan JPU, La Nyalla terus mengumbar senyum saat menanggapi pertanyaan awak media. Bahkan dia sempat bergaya saat wartawan memotret dirinya.

Menurut jaksa, La Nyalla merugikan keuangan negara dan memperkaya diri sendiri sebesar Rp1,105 miliar. Ia melakukan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk membeli 12 juta lebih lembar saham senilai Rp 5,35 miliar.

"Menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama seperti dakwaan subsidier," kata Jaksa Didik Farkhan saat membacakan tuntutan.

Jaksa menyebut pengembalian dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jatim menggunakan bukti kuitansi yang seolah-olah dibuat pada 2012. Padahal meterai yang digunakan dalam bukti tersebut cetakan 2015.

Hal itu diduga untuk menutupi kesengajaan penyalahgunaan dana hibah Kadin Jawa Timur. Dana hibah itu, kata Jaksa Didik, mestinya digunakan sesuai proposal untuk program akselerasi antarpulau, penguatan kegiatan UMKM, dan pengembangan pusat bisnis di Jawa Timur. Pemberian dana hibah tahun 2012 itu juga tidak tercatat dalam buku kas Kadin Jawa Timur dan tidak disimpan dalam brankas.

Tak cuma hukuman badan dan denda, La Nyalla dituntut membayar uang pengganti kerugian negara Rp 1,1 miliar. Jika uang tersebut tidak dibayarkan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta La Nyalla akan dilelang.

Manakala hartanya tidak mencukupi, diganti pidana penjara tiga tahun dan enam bulan. "Tidak ditemukan alasan pemaaf atau pembenar yang dapat menghapus kesalahan terdakwa, dan haruslah dijatuhi pidana yang setimpal," kata Jaksa Didik Farkhan.

Dalam kesempatan itu jaksa mengungkapkan hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatannya menimbulkan kerugian negara, tidak mendukung pemerintah, terdakwa melarikan diri ke Singapura, dan menolak diperiksa sebagai tersangka. Hal meringankan hanya satu yaitu La Nyalla belum pernah dihukum.

Dalam sidang mendatang La Nyalla akan membuat pembelaan pribadi, terpisah dari pembelaan yang dibikin tim penasihat hukumnya. "Pak La Nyalla akan buat pledoi dan kami dari penasihat hukum juga buat pledoi," kata Aristo Pangaribuan, penasihat hukum La Nyalla. (tribunnetwork/wahyu aji)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Baca Juga
  • Sidang Minggu Depan, La Nyalla dan Pengacaranya Bacakan Pembelaan

  • Dituntut 6 Tahun Penjara, La Nyalla Tersenyum

  Loading comments...
© 2016 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas