Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Dahlan Iskan Terjerat Kasus

Dahlan Iskan Tersedu Baca Eksepsi, Pengunjung Sidang Ikut Menangis

Bahkan untuk kegiatan usaha ke luar kota dan ke luar negeri dia mengaku merogoh koceknya sendiri.

Dahlan Iskan Tersedu Baca Eksepsi, Pengunjung Sidang Ikut Menangis
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
FOTO DOK - Terdakwa, Dahlan Iskan saat menjalani sidang kedua terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset PT PWU di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (6/12). Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum itu, Dahlan Iskan menolak semua dakwaan. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Selain sidang kasus dugaan penistaan agama yang dijalani Basuki Tjahaja Purnama, agenda sidang penting lainnya yang juga menyita perhatian adalah sidang yang dijalani Dahlan Iskan.

Sama halnya dengan Ahok, Dahlan Iskan hari ini juga menjalani sesi pembacaaan nota keberatan atau eksepsi.

Dia tampak tersedu-sedu saat membaca beberapa tekanan kalimat yang dibaca dari gadget yang dibawanya di hadapan majelis hakim saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (13/12/2016).

Dalam eksepsi yang dibacakan sekitar 15 menit itu, Dahlan menceritakan kronologi saat dia bersedia ditunjuk gubernur Jawa Timur yang saat itu yang dijabat Imam Utomo, untuk menyembuhkan perusahaan daerah yakni PT Panca Wira Usaha yang sedang sakit parah.

Dahlan juga menyebut selama menjabat dia tidak sepeserpun menerima gaji.

Bahkan untuk kegiatan usaha ke luar kota dan ke luar negeri dia mengaku merogoh koceknya sendiri.

"Tidak hanya itu yang mulia, saya bahkan menjaminkan harta saya pribadi untuk mencari kredit, karena semua bank sudah tahu bahwa PT PWU sedang sakit dan tidak berkenan memberikan kredit," katanya.

Dahlan menolak menceritakan semua pengorbanan dirinya untuk PT PWU karena dia takut amal kebaikannya itu tidak diterima oleh Tuhan.

Sebagian pengunjung sidang ikut meneteskan air mata saat Dahlan mulai tersedu-sedu membacakan eksepsinya.

Dalam kasusnya tersebut Dahlan meminta majelis hakim yang dipimpin Tahsin, untuk melihat secara jernih.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas