Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak

Sidang Gugatan Pilkada Kabupaten Maybrat Tidak ada Koreksi MK

Salah satu yang digugat ke MK adalah hasil Pilkada di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Sidang Gugatan Pilkada Kabupaten Maybrat Tidak ada Koreksi MK
Ist
Yance Salambauw, SH (kiri) dan Ch Tutuarima, SH 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi mulai menggelar sidang pertama atas permohonan atas perselisihan Pilkada Serentak 15 Februari lalu.

Salah satu yang digugat ke MK adalah hasil Pilkada di Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Dalam Pilkada ini diikuti dua pasangan calon (Paslon) yakni  Paslon nomor urut 1, Karel Murafer-Yance Way dan Paslon nomor urut 2  Bernard Sagrim-Paskalis Kocu.

Pasangan nomor urut 2 inilah yang menggugat ke MK.

Untuk menghemat waktu, hakim MK pun dipecah menjadi dua panel.

Panel 1 dipimpin Ketua MK Arief Hidayat yang didampingi Hakim Konstitusi Suhartoyo, Maria Farida Indrati, Wahiduddin Adams.

Sedangkan Panel 2 dipimpin oleh Wakil Ketua MK Anwar Usman, didampingi oleh Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna, Manahan Sitompul dan Aswanto.

Untuk perselisihan Pilkada Kabupaten Maybrat, Papua Barat, yang masuk dalam Panel 2, sidang digelar pada Kamis (16/3/2017) sore dengan nomor Perkara: 10/PHP.BUP-XV/2017. 

Pemohon  mengajukan  Pembatalan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Maybrat No. 25/Kpts-KPU.MBT/II/2017, Tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara, Penetapan dan Pengumuman Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Maybrat Tahun 2017, tanggal 25 Februari 2017.

Kuasa hukum Paslon No 2, Yance Salambauw, usai  sidang di MK mengatakan, pihaknya optimistis MK akan mengabulkan tuntutannya, sebab dalam pembacaan permohonan setebal 68 halaman, tidak ada koreksi dari Panel 2 MK.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas