Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilkada Serentak

Hakim MK: Ditetapkan Jadi Pemenang Tanpa Tahu Jumlah Suara ?

"Jadi ditetapkan tapi tidak tahu suaranya? suruh hitung sendiri Mahkamah? Kalau menang, suaranya dari mana,"

Hakim MK: Ditetapkan Jadi Pemenang Tanpa Tahu Jumlah Suara ?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat (tengah) bersama Hakim lainnya memimpin sidang panel 1 perkara perselisihan hasil pemilu kepala daerah 2017 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (16/3/2017). Sidang perdana tersebut beragendakan pemeriksaan pendahuluan 27 perkara sengketa pilkada 2017. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panel hakim konstitusi persidangan sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Dogiyai mengkritik permohonan yang diajukan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Markus Waine - Angkian Goo.

Ketua Panel Hakim Arief Hidayat saat itu protes lantaran dalam petitum pemohon meminta Mahkamah Konstitusi untuk memerintahkan KPU Dogiyai memenangkan pasangan tersebut.

Namun, tidak menyebutkan hasil perolehan suara.

"Jadi ditetapkan tapi tidak tahu suaranya? suruh hitung sendiri Mahkamah? Kalau menang, suaranya dari mana," kata Arief Hidayat saat memimpin persidangan pendahuluan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Baca: Sengketa Pilkada Kabupaten Pati: Legalisasi Pemantau Pemilu Dipersulit

Mendapat kritik dari hakim, Eko kuasa hukum pemohon mengakui pihaknya tidak mencamtukan hasil perolehan suara sesuai petitum.

Namun, pemohon mengtakan hasil suara tersebut sebenarnya ada di halaman lainnya.

"Mestinya dimasukkan dalam petitum," kata Arief Hidayat.

Dalam permohonannya, pemohon meminta agar Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya dan membatalkan keputusan KPU Dogiyai yang memenangkan pasangan Yakobus Dumupa dan Oskar Makai.

Pemohon menganggap pelaksanaan Pilkada Dogiyai penuh kecurangan dan pelanggaran.

Pelanggaran-pelanggaran tersebut antara lain Daftar Pemilih Tetap yang bermasalah dan keterlibatan bupati Nabire di Pilkada Dogiyai.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas