Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Pimpinan KPK Diminta Jangan Berkomentar Genit Soal Korupsi E-KTP

"Kerja KPK bisa rusak kalau timbul pernyataan-pernyataan genit dari pimpinan KPK. Saat ini pernyataan itu sudah mulai muncul," ungkap M Qodari.

Pimpinan KPK Diminta Jangan Berkomentar Genit Soal Korupsi E-KTP
Repro/Kompas TV
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo di Jakarta, Rabu (15/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Pernyataan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Istana Negara soal kasus e-KTP akan melibatkan banyak nama besar dan dikhatirkan berimbas pada kegaduhan politik menuai banyak komentar.

Menurut Agus Sunaryanto, peneliti ICW seharusnya pimpinan KPK harus jaga bicara dan menyerahkan sepenuhnya pada juru bicara yang sudah memiliki strategis khusus menyampaikan kasus korupsi e-KTP.

"Pimpinan itu harusnya jaga bicara, serahkan saja pada Jubir. Dia pasti punya strategi khusus. Ini belum apa-apa pimpinan sudah mau mengalihkan dengan menyatakan ada kasus besar yang lain," terang Agus Sunaryanto, saat diskusi "Perang Politik e-KTP" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

Lebih lanjut, M Qodari‎, Pengamat Politik dari Indo Barometer juga berpendapat sama. Dia berpendapat kerja KPK akan rusak apabila timbul pernyataan genit dari pimpinan KPK.

"Kerja KPK bisa rusak kalau timbul pernyataan-pernyataan genit dari pimpinan KPK. Saat ini pernyataan itu sudah mulai muncul," ungkap M Qodari.

Senada dengan keduanya, pembicara yang lain yakni Maruarar Siahaan yang adalah mantan Hakim konstitusi ‎menuturkan baiknya Ketua KPK harus sailent dan sunyi.

Jangan sampai tergoda dengan ingin dikenal publik. Selain itu, Maruarar Siahaan juga ‎mengingatkan ketua KPK agar tidak tergoda dengan uang.

"Nasihat saya untuk Ketua KPK pastinya jangan sampai tergoda dengan uang. Semua lembaga independen termasuk KPK harusnya pimpinannya sunyi‎," tamba Maruarar Siahaaan.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas