Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Golkar Tegaskan Seluruh Kader Solid

Rumor tersebut muncul ketika nama Ketua Umum Golkar Setya Novanto terseret dalam kasus e-KTP.

Golkar Tegaskan Seluruh Kader Solid
kompas.com
Ketua Musyawarah Keluarga Gotong Royong (MKGR) Roem Kono. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar menegaskan seluruh kader solid mendukung Setya Novanto.

Hal itu dikatakan Koordinator Bidang (Korbid) Kesejahteraan Rakyat Golkar Roem Kono menanggapi rumor Munaslub Golkar.

Rumor tersebut muncul ketika nama Ketua Umum Golkar Setya Novanto terseret dalam kasus e-KTP.

"Semuanya solid, besok ada konsultasi nasional bukan hanya membicarakan hal itu," kata Roem Kono di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Roem Kono meminta seluruh kader Golkar tidak perlu risau mengenai kasus e-KTP.

Golkar, kata Roem, menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada proses hukum yang berlaku.

Roem juga meminta seluruh kader memperkuat konsolidasi memenangkan pemilu 2019.

"Semua kader aktif konsen menemui konstituennya, marilah sama-sama turun ke konstituen menjelaskan persoalan dan membantu rakyat. Janganlah partai untuk popularitas tapi untuk sekuat-kuatnya Golkar untuk membantu rakyat sejahtera," kata Roem.

Sebelumnya, Politikus Muda Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai situasi pascapersidangan kasus e-KTP sampai saat ini tidaklah menguntungkan partai berlambang pohon beringin itu.

Menurut Doli, pencitraan buruk Golkar terus berjalan.

"Keterlibatan sejumlah nama kader termasuk Setya Novanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum, telah membuat Golkar seperti bulan-bulanan di media dan sudah terbangun pula citra negatif pada persepsi publik secara merata," kata Doli melalui pesan singkat, Senin (20/3/2017).

Bahkan, kata Doli, sudah ada suara yang mendorong pembubaran partai politik yang diduga terlibat, bila didapatkan bukti ada aliran dana korupsi e-KTP itu ke rekening partai.

Doli menilai situasi seperti itu tidak bisa terus dibiarkan, karena akan sangat mengganggu konsolidasi serta dapat menggerus elektabilitas Golkar yang akan menghadapi pilkada serentak 2018 dan pileg-pilpres 2019.

"Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran penuh dari seluruh stake holder partai untuk segera mengantisipasinya. Partai Golkar butuh kepemimpinan baru dalam waktu segera, apakah itu bersifat sementara atau permanen," kata Doli.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas