Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mengenang Aksi Pesawat Legendaris TNI AU Saat Operasi di Timor Leste

Terdengar di radio pesawat suara sorak sorai pasukan darat yang tentunya menyaksikan bagaimana para Celeng kocar-kacir karena dilempari Lontong.

Mengenang Aksi Pesawat Legendaris TNI AU Saat Operasi di Timor Leste
Sumber gambar: Kolonel (Pur) Soenyoto
OV-10F Bronco yang diterbangkan Kapten Yuni Purworiadi saat membawa Kapten Soenyoto yang bertugas mendokumentasikan operasi udara di Timor Timur. 

Setelah jarak Bronco terhadap pohon besar sudah dekat, OV-10F kemudian terbang menukik disusul ucapan Kapten Yuni, “Ini saya kirimkan Merica untuk Celeng-celeng itu. Laporkan hasilnya!”

Sambil terus menukik OV-10F memberondongkan senapan mesin satu rentetan. Setelah itu pilot melakukan pull-up 60 derajat secara tiba-tiba.

Kamera video yang dipegang Soenyoto pada saat pull-up bertambah menjadi 20 kg. ini terjadi karena tekanan gravitasi sekitar %G mengakibatkan bertambahnya beban lima kali lipat.

“Kampret, bagus sekali. Terus lakukan seperti itu sampai Celeng kocar-kacir,” teriak pasukan darat.

OV-10F pun mengulangi lagi lintasan penerbangan seperti penembakan pertama. “Oke, ini Merica lagi, lebih banyak,” kata pilot. Setelah itu terdengar lagi rentetan tembakan yang lebih panjang ke arah pohon besar di bawah.

Pada lintasan Kampret yang ketiga Kapten Yuni memberi aba-aba lagi kepada pasukan darat. “Sekarang saya kirimkan Lontong.” Setelah itu pesawat menukik lagi dan terlihat dari sayap kiri dan kanan roket FFAR melesat dengan suara mendesis.

Dua roket mengarah ke pohon besar di arah depan dan setelah itu hilang dari pandangan karena Kampret melakukan pull-up.

Terdengar di radio pesawat suara sorak sorai pasukan darat yang tentunya menyaksikan bagaimana para Celeng kocar-kacir karena dilempari Lontong

“Pusing ya Pak Nyoto? Kalau mau muntah, muntah saja, kan bawa kantong plastik,” Yuni memberi instruksi kepada Soenyoto yang merasa lemas.

“Baguslah kalau tidak pusing. Kita lanjutkan lagi satu lintasan untuk mengirim Nangka,” kata Kapten Yuni.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas