Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Catatan Pimpinan Komisi VII DPR Untuk Elia Massa Manik, Dirut Baru Pertamina

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Catatan Pimpinan Komisi VII DPR Untuk Elia Massa Manik, Dirut Baru Pertamina
Jadi Dirut Pertamina, Elia Massa Manik Akan Bentuk Tim dan Komunikasi Yang Solid 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menetapkan Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero).

Penetapan tersebut diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan (RUPS) PT Pertamina (Persero) pada Kamis (16/3/2017) lalu di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Diharapkan penunjukan Elia Massa Manik dapat mencairkan kubu-kubuan di internal Pertamina.

"Karena telah terjadi kubu-kubuan di intern pertamina maka penunjukan dirut dari luar menjadi lebih tepat. Elia Massa Manik diharapkan dapat mencairkan kubu-kubuan tersebut," ujar Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu kepada Tribunnews.com, Senin (20/3/2017).

Pengalaman Elia Massa Manik dalam memimpin berbagai perusahaan di berbagai bidang akan menjadi modal penting dalam menahodai pertaminan.

"Perusahaan sebesar dan sekompleksitas pertamina butuh leader yang memiliki strong leadership," kata Politikus Gerindra ini.

Sebagaimana diketahui Indonesia adalah net importir minyak serta penguasaan Pertamina terhadap minyak Nasional hanya sekitar 30 % dan Ketergantungan pada energy fosil.

Oleh karenanya ini harus menjadi prioritas Pertamina untuk meningkatkan produksi kedepan, menggali potensi EBT dan pada akhirnya diharapkan mencapai ketahanan dan kedaulatan Energy Nasional.

Beberapa catatan juga disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI Rofi Munawar yang menilai tugas dirut baru ke depan tidak ringan, selain juga harus meningkatkan kolektifitas kerja secara internal.

“Dirut baru juga dituntut secara eksternal terampil menghadapi kondisi industri Migas yang masih lesu dan semakin kompetitif di tingkat global,” papar Rofi dalam keterangannya.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas