Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mabes Polri Diminta Usut Tuntas Pelemparan Bom Molotov di Rumah Ketua DPD PAN Gresik

DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menuntut Mabes Polri mengusut tuntas aksi teror jahat yang menimpa Ketua DPW PAN Gresik, Khamsun.

Mabes Polri Diminta Usut Tuntas Pelemparan Bom Molotov di Rumah Ketua DPD PAN Gresik
Surya/Sugiyono
Garis polisi masih terpasang di rumah Khamsun, Ketua DPD PAN Gresik yang dilempari bom molotov, Senin (20/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menuntut Mabes Polri mengusut tuntas aksi teror jahat yang menimpa Ketua DPD PAN Gresik, Khamsun.

Rumah Khamsun dilempar bom molotov oleh oknum yang tak bertanggungjawab.

"Apakah aksi teror ini disebabkan karena persoalan politik, atau karena faktor yang lain, hendaknya polisi secepatnya menangkap si pelaku," kata Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi melalui pesan singkat, Selasa (21/3/2017).

Viva Yoga menegaskan aksi teror bom molotov kepada pimpinan partai politik manapun adalah bentuk kejahatan terhadap proses demokrasi di Indonesia.

Ia mengingatkan perbedaan pendapat, pandangan, dan kepentingan politik di wilayah politik adalah suatu keniscayaan dalam kehidupan berdemokrasi.

"Tidak boleh dilakukan dengan cara kekerasan dengan pelemparan bom molotov karena melanggar HAM dan menciderai proses demokrasi," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Viva Yoga menuturkan aksi teror bom molotov telah membuat keluarga dan anak-anak Khamsun mengalami trauma.

Teror terjadi di saat anak-anak sedang tidur malam.

PAN meminta kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk turun tangan membantu melindungi hak anak karena telah terjadi pelanggaran hukum atas keluarga dan hak anak Khamsun.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas