Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Aksi Warga Kendeng

Politisi Golkar Sebut Semen Kendeng Banyak Masalah

Anggota Komisi VI DPR RI Dwie Aroem Hadiatie menilai pembangunan pabrik Semen Kendeng di Rembang banyak masalah.

Politisi Golkar Sebut Semen Kendeng Banyak Masalah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah petani dari Pegunungan Kendeng bersama sejumlah aktivis melakukan aksi memasung kaki dengan semen di depan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/3/2017). Aksi memasung kaki dengan semen yang telah berlangsung 8 hari terus dilakukan Petani Pegunungan Kendeng dan jumlahnya semakin bertambah menjadi 50 orang ditambah 10 aktivis dengan tujuan meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menghentikan izin lingkungan Pembangunan dan Pertambangan Pabrik PT Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Anggota Komisi VI DPR RI Dwie Aroem Hadiatie menilai pembangunan pabrik Semen Kendeng di Rembang banyak masalah.

Hal itu, kata Dwie, tidak hanya mengganggu masyarakat tetapi pabriknya juga masih bermasalah.

"Memang persoalannya banyak masalah dengah masyarakat, industri dan pabrik bermasalah," ujar politisi fraksi Golkar tersebut ketika dikonfirmasi, Selasa (21/3/2017).

Baca: PKB Dukung Perjuangan Petani Kendeng

Dwie pun meminta pemerintah daerah bisa menjadi penengah antara pengusaha dan masyarakat.

Sehingga kata Dwie bisa diketahui masalah apa saja yang terjadi.

"Tapi memang harus ada yang menjembatani, yakni pemerintah daerah dan masyarakat dan mampu mengidentifikasi masalah, yang tidak acceptable itu apa," ujar Dwie.

Dwie ingin masalah tersebut harus cepat diselesaikan.

Karena pabrik Semen di Rembang sudah membuat masyarakat dirugikan bahkan sampai demonstrasi cor kaki di depan Istana Negara.

"Kalau ada masalah, harus ada way outnya," papar Dwie. 

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas