Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pilgub DKI Jakarta

Tim Hukum: Meski Tidak Hadir Pemeriksaan Polisi, Sandi akan Hadapi Tudingan Penggelapan Tanah

Sandiaga Uno sama sekali tidak terlibat dalam kasus jual beli tanah ataupun penggelapan tanah.

Tim Hukum: Meski Tidak Hadir Pemeriksaan Polisi, Sandi akan Hadapi Tudingan Penggelapan Tanah
Istimewa
Sandiaga Uno 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Wakil Ketua Tim Advokasi Pasangan Cagub-Cawagub nomor urut tiga, Yupen Hadi ‎mengatakan bahwa Sandiaga Uno sama sekali tidak terlibat dalam kasus jual beli tanah ataupun penggelapan tanah.

Sebelumnya dalam masa kampanye Pilkada DKI putaran ke dua, Sandiaga Uno dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena dituding terlibat dalam penggelapan tanah.

‎"Sebetulnya bang Sandi pada muatan kasusnya sendiri memang clear tidak ada terlibat sama sekali dalam proses penggelapan itu," ujar Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Yupen Hadi di Posko Pemenangan, Jalan cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/3/2017).

Menurut Yupen, Sandi dilaporkan oleh orang bernama Djoni Hidayat. Dalam laporannya, Sandi dituding terlibat penggelapan tanah seluas 3.115 meter persegi di Jalan Curug Raya KM 35, Tangerang Selatan, Banten.

"Artinya dapat kita tangkap dari surat ini adalah korban Djoni Hidayat merasa digelapkan atas obyek tanah yang berada di Tangerang," kata Yupen sambil menunjukan surat panggilan polisi.

Menurut Yupen, Sandi akan menghadapi pelaporan tersebut, meski pada Selasa (21/3/2017) tidak dapat memenuhi panggilan penyelidik Polda Metro Jaya karena akan melaporkan LHKPN ke KPK.

Sama seperti menghadapi kasus pencemaran nama baik yang tiba-tiba berkasnya kembali dibuka oleh kepolisian, Sandi pada pemenaggilan selanjutnya akan memberikan keterangan kepada Polisi.

‎"Beliau akan menghadapi kasusnya dan mudah-mudahan nanti untuk kasusnya sendiri teman-teman akan diberitahukan langsung oleh baik oleh Bang Sandi, maupun oleh kita, maupun juga nanti dari kepolisian, sebenarnya bagaimana posisi bang Sandi dalam kasus ini, biar clear‎," pungkasnya.

‎Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya akan panggil Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno, Selasa (21/3/2017).

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memerlukan keterangan dari Sandiga, yang diduga terseret kasus penggelapan asset tanah atas nama Djoni Hidayat.

Djoni yang diwakilkan kuasa hukumnya RR Fransiska Kumalawati Susilo melaporkan Sandiaga dan Andreas Tjahyadi pada 8 Maret 2017.

Dalam surat laporan polisi bernomor LP/1151/III/2017/PMJ/Dit Reskrimum, Djoni menuduhkan pelapor dengan dugaan pelanggaran Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik memanggil Sandiaga pada Selasa (21/3/2017).

"Klarifikasi saja. Statusnya penyelidikan. Kan' memeriksa saksi-saksi," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas