Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penyidik KPK Diteror

KPK Beri Polisi Akses Informasi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan akses informasib kepada kepolisian terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

KPK Beri Polisi Akses Informasi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan akses informasib kepada kepolisian terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief mengatakan pihaknya meminta Mabes Polri untuk segera mengungkap pelaku penyerangan terhadap penydik senior KPK tersebut.

"Kami memberikan akses kepada polisi dan bahkan sejak awal kami menyarahkan semua informasi yang kira-kira dianggap bermanfaat untuk mengungkap siap yang dibalik penyerangan Mas Novel ini," kata Laode di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Laode mengatakan dalang penyiraman air keras terhadap Novel tidak bisa diketahui bila aparat belum menangkap pelakunya.

Karena itu, Laode menuturkan KPK berharap dan berterimakasih kepada Mabes Polri terkait pengembangan kasus Novel.

"Kapolri dan pak Kapolda yang sudah bekerja dan membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan itu," kata Laode.

Laode menuturkan polisi telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyerangan terhadap Novel.

Sedangkan tim internal KPK membantu seluruh data yang dimiliki untuk dikembangkan kepolisian.

"Kami berharap dengan reputasi polisi yang selalu baik untuk mencari hal-hal seperti itu saya yakin persis dglengan kemampuan Mabes Polri atau dengan Polda untuk mendapatkan itu," kata Laode.

Laode menilai penyerangan tersebut tidak terkait dengan bisnis online yang dijalankan istrinya.

Meskipun, ia mengakui banyak kemungkinan motif pelaku penyerangan air keras.

"Karena itu yang paling penting adalah menemukan pelakunya. Itu dulu deh. Jangan dulu kita bicara motif. Kalo enggak ketemukan pelakunya, motif juga nggak akan," kata Laode.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas