Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penyidik KPK Diteror

Jubir KPK: Penglihatan Novel Masih Kabur

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini masih menjalani perawatan di Singapura akibat siraman air keras.

Jubir KPK: Penglihatan Novel Masih Kabur
Repro/KompasTV
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan lebih intensif usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga kini masih menjalani perawatan di Singapura akibat siraman air keras.

Pandangan mata Ketua Satgas Kasus KTP Elektronik itu masih berkabut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengaku belum mengetahui kapan Novel bisa kembali ke Jakarta."Kondisi Novel secara fisik, umumnya baik. Dia masih mendapat perawatan rutin. Rabu (19/4), Novel akan kembali diperiksa oleh dokter," terang Febri, di Jakarta, Selasa.

Untuk kondisi jaringan mata atau selaput bagian putih sudah terlihat ada pertumbuhan meski cukup lamban. Alhasil dokter menyimpulkan tidak perlu dilakukan operasi.

Sedangkan untuk bagian kornea atau selaput hitam, sampai saat ini sama sekali tidak ada pertumbuhan. Dokter belum memutuskan apakah diperlukan operasi dan mencari pendonor atau tidak.

"Dalam seminggu akan dilihat, apakah bagian kornea ada pertumbuhan atau tidak. Setiap hari terus diamati dan akan diputuskan pada pekan depan. Kalau diputuskan operasi, kemungkinan menggunakan donor kornea dari keluarga atau pihak lain. Nanti dokter yang menjelaskan," ungkap Febri.

Febri mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat, termasuk dari pemerintah yang menanggung seluruh biaya pengobatan Novel hingga sembuh.

KPK masih menunggu hasil kerja jajaran Polri untuk mengungkap dan menangkap pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Demi terungkapnya kasus ini, KPK terus berkoordinasi dengan Polri.

KPK juga siap memberikan bantuan yang diperlukan pihak kepolisian dalam mengusut kasus tersebut.

"Kami harap dalam waktu dekat akan ditemukan pelakunya. Kami berikan apa yang dibutuhkan kalau penyidik Polri membutuhkan," ucap Febri Diansyah.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas