Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penyidik KPK Diteror

KPK Minta Masyarakat yang Punya Informasi Soal Novel Baswedan Lapor ke Polisi

"Tapi dimana dia berada, kapan, bagaimana dia mendapatkan ‎dan apa yang kami kerjakan tidak bisa kami ungkapkan."

KPK Minta Masyarakat yang Punya Informasi Soal Novel Baswedan Lapor ke Polisi
Repro/KompasTV
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berkomunikasi dengan kepolisian menyangkut kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Namun, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengaku tidak bisa memberikan informasi perkembangan kasus yang sedang dilakukan polisi.

"Mohon juga ke publik yang mengetahui atau mencurigai tolong dilaporkan ke polisi atau KPK kalau ada informasi," kata Laode di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/4/2017).

Laode mengatakan kepolisian masih mencari pelaku penyoraman tersebut. Ia hanya menyebutkan penyidik sudah menemukan petunjuk-petunjuk baru memgenai pelaku penyiraman.

"Tapi dimana dia berada, kapan, bagaimana dia mendapatkan ‎dan apa yang kami kerjakan tidak bisa kami ungkapkan," kata Laode.

Laode menuturkan polisi telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyerangan terhadap Novel. Sedangkan tim internal KPK membantu seluruh data yang dimiliki untuk dikembangkan kepolisian.

"Kami berharap dengan reputasi polisi yang selalu baik untuk mencari hal-hal seperti itu saya yakin persis dengan kemampuan Mabes Polri atau dengan Polda untuk mendapatkan itu," kata Laode.

Laode menilai penyerangan tersebut tidak terkait dengan bisnis online yang dijalankan istrinya. Meskipun, ia mengakui banyak kemungkinan motif pelaku penyerangan air keras.

"Oleh karena itu yg paling penting adalah menemukan pelakunya. Itu dulu deh. Jangan dulu kita bicara motif. Kalo enggak ketemukan pelakunya, motif juga nggak akan," kata Laode.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas