Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penyidik KPK Diteror

Dokter Siapkan Tiga Alternatif untuk Kornea Mata Novel

Selaput hitam atau kornea mata Novel Baswedan yang tidak kunjung tumbuh menjadi perhatian dari dokter ahli mata yang menangani Novel.

Dokter Siapkan Tiga Alternatif untuk Kornea Mata Novel
Repro/KompasTV
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan lebih intensif usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selaput hitam atau kornea mata Novel Baswedan yang tidak kunjung tumbuh menjadi perhatian dari dokter ahli mata yang menangani Novel di sebuah rumah sakit di Singapura.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan pihak dokter memiliki tiga alternatif untuk kornea Novel.

Alternatif pertama yakni menunggu selaput mata tumbuh secara alami.

Alternatif kedua, apabila pertumbuhan selaput mata lambat atau berhenti, akan dipancing pertumbuhannya dengan menggunakan membran yang terdapat pada plasenta bayi.

Baca: Ahok Dituntut Hukuman Percobaan karena Perbuatannya Menimbulkan Keresahan

"Kondisi terburuk adalah jika selaput mata tidak tumbuh, terutama di bagian hitam atau kornea, dokter masih mempertimbangkan risiko kegagalan jika pencangkokan dilakukan," kata Febri, Jumat (21/4/2017).

Mengenai keputusan soal kornea Novel apakah akan dioperasi atau tidak, Febri mengatakan hal itu akan diputuskan dalam pemeriksaan rutin seminggu ini.

"Rencananya dokter akan melihat sampai akhir minggu ini terkait apakah dibutuhkan operasi selaput di mata atau tidak," kata Febri.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas