Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penyidik KPK Diteror

'Miko Orang Miskin Tak Mungkin Menyuruh Orang Melakukan Penyerangan terhadap Novel'

Miko dilepaskan polisi karena belum cukup bukti untuk menjaring pria tersebut sebagai tersangka penyiraman air keras terhadap Novel.

'Miko Orang Miskin Tak Mungkin Menyuruh Orang Melakukan Penyerangan terhadap Novel'
KOMPAS IMAGES
Novel Baswedan 

Selama tiga hari polisi mendalami kesaksian Miko. Ia diamankan berdasarkan hasil penyelidikan secara deduktif, merujuk pada motif pelaku penyerang korban, di antaranya dengan melakukan pencarian data atau informasi kasus-kasus yang pernah ditangani Novel.

Miko pernah mengunggah video kontroversial yang menyatakan ia terpaksa memberikan keterangan palsu dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dan kesaksian di pengadilan terkait kasus suap terhadap Akil Mochtar yang disidik KPK.

Dalam video itu Niko mengaku memberi keterangan yang menyudutkan Akil Mochtar karena mendapat ancaman dari Novel Baswedan.

Karena berpotensi menjadi pelaku penyerangan, polisi memeriksa Miko, sebelum akhirnya dipulangkan.

Miko merupakan keponakan Muhtar Efendi, tangan kanan Akil Mochtar. Muhtar ikut menjadi terpidana dalam kasus itu karena bertindak sebagai perantara penyuapan.

Miko mengaku membuat dan mempublikasikan video kontroversial itu untuk mengklarifikasi kesaksiannya di pengadilan.
Miko berharap video itu bisa mendinginkan ketegangan di keluarga besarnya yang telanjur tercerai-berai setelah kesaksiannya di pengadilan.

"Dia cuma menyampaikan rasa ketidakpuasan karena merasa ditekan. Dia memang sempat menjadi orang yang potensial menjadi pelaku kasus penyiraman air keras terhadap Novel. Setelah kami dalami, ternyata tidak. Ya sudah, kami pulangkan. Masak kami mau paksa seseorang menjadi tersangka," ucap Argo.

Petunjuk Baru
Polisi sempat mengamankan empat orang yang semula diduga terkait kasus penyerangan terhadap Novel, yaitu Hasan, Mukhlis, Muhammad, dan Lestaluhu.

"Sekarang kami tengah melakukan penyelidikan lain lagi. Terkait orang-orang yang punya potensi," ucap Argo.

Untuk berkoordinasi terkait penanganan kasus Novel Baswedan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Rudy Herianto, didampingi Kombes Pol Argo Yuwono, mendatangai kantor KPK, Jumat.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas