Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penyidik KPK Diteror

Polda Metro Terus Buru Penyerang Novel Baswedan

Dalam kurun waktu sebulan lebih penyelidikan, penyidik sudah beberapa kali menangkap terduga pelaku penyerangan

Polda Metro Terus Buru Penyerang Novel Baswedan
Repro/KompasTV
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono menjawab pertanyaan wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (19/5/2017). 

‎Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang melakukan penyerangan pada Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kurun waktu sebulan lebih penyelidikan, penyidik sudah beberapa kali menangkap terduga pelaku penyerangan namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan semua kasus yang ditangani Novel bisa saja berkaitan dengan insiden penyerangan tersebut.

"Soal kasus yang dia tangani misalnya soal kasus Ketua MK, kasus E-KTP, PT PAL, dan sebagainya. Tentunya ini menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian, apakah ini ada potensi?," ucap Argo,Sabtu 20 Mei 2017.

Argo menerangkan serangkaian kasus yang pernah ditangani Novel di KPK bisa saja menimbulkan kebencian dari pelaku yang disidiknya.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, pihaknya akan memeriksa saksi dari kasus yang pernah ditangani Novel Baswedan selama di KPK.

"Orang yang berkaitan dengan hukum pasti dibenci. Saudara yang ditilang aja benci kok sama polisi. Sama di situ, ada potensi itu yang kami gali, makanya kami akan cari keterangannya di situ. Ini bagian dari penyidikan kepolisian," ujar Argo.

Untuk diketahui Novel Baswedan disiram cairan yang diduga air keras usai salat subuh di sekitar Masjid Jami Al Ihsan, dekat rumahnya, 11 April 2017 sekitar pukul 05.10 WIB.

Akibat penyerangan ini, penglihatan Novel terganggu dan harus menjalani perawatan di Singapura selama lebih dari sebulan.

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas