Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Penyidik KPK Diteror

Novel Baswedan Sebut Dugaan Keterlibatan Polri, Anas Urbaningrum Mendadak Berkicau Seperti ini

Anas mengaku terkejut dengan pernyataan Novel Baswedan yang menyeret dugaan keterlibatan jenderal Polri.

Novel Baswedan Sebut Dugaan Keterlibatan Polri, Anas Urbaningrum Mendadak Berkicau Seperti ini
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbanigrum menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4/2017). Anas Urbaningrum, bersama Ade Komarudin dan Setya Novanto menjadi saksi dengan terdakwa Irman dan Sugiharto terkait kasus dugaan korupsi penerapan KTP elektronik. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengakuan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menggegerkan sejumlah pihak, terutama jajaran kepolisian.

Betapa tidak, kepada majalah Time di Singapore General Hospital, 10 Juni 2017, Novel membeberkan adanya informasi dugaan keterlibatan jenderal Polri dalam kasus penyerangan air keras yang menimpanya.

Bukan cuma dari Polri, pengakuan Novel itu juga mendapat sorotan dari Anas Urbaningrum yang dijebloskan KPK ke tahanan atas kasus rasuah proyek Wisma Atlet Hambalang.

Menanggapi pengakuan Novel, mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menuliskan surat yang kemudian disalin ke akun jejaring sosial Twitter pribadi miliknya, @anasubraningrum.

Surat tersebut dititipkan lewat seorang sahabat yang berkunjung ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 15 Juni 2017.

Dalam tulisannya, Anas mengaku terkejut dengan pernyataan Novel Baswedan yang menyeret dugaan keterlibatan jenderal Polri sebagai dalang kejahatan yang menimpanya.

"Dari pemberitaan terungkap bahwa berbagai upaya yang dilakukan aparat masih mentok pada titik (yang) kabur. Yang terbaru dan mengejutkan justru datang dari pernyataan Novel Baswedan sendiri. Dia bilang bahwa mendapatkan informasi tentang adanya Jenderal polisi yang terlibat. Dan informasi ini sekarang dia percayai. Wallahu a'lam," demikian nukilan dari kicauan di akun @anasurbaningrum.

Berikut isi lengkap kicauan akun @anasurbaningrum:

1. Sudah lewat 2 bulan aparat belum berhasil mengungkap kasus teror terhadap Novel Baswedan. *abah

2. Dari pemberitaan terungkap bahwa berbagai upaya yang dilakukan aparat masih mentok pada titik (yang) kabur. *abah

  Loading comments...
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas