Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kapolri Klarifikasi Pernyataannya Soal Pensiun Dini di Hadapan Komisi III DPR

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian berbicara mengenai kronologis pernyataan pensiun dini saat rapat dengan Komisi III DPR.

Kapolri Klarifikasi Pernyataannya Soal Pensiun Dini di Hadapan Komisi III DPR
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Kapolri Jenderal Tito Karnavian 

Pasalnya, Polri merupakan lembaga kepolisian terbesar nomor kedua di dunia setelah China. Ia menuturkan India dan Amerika bukan polisi nasional tetapi polisi frakmentif desentralisasi.

"Cina dengan sistem sosialis bisa menggunakan tangan besi tapi hal itu tak bisa diterapkan di Indonesia yang menganut demokrasi," kata Tito.

Ia pun menginginkan pensiun dini. Kemudian, kata Tito, Budiman bertanya kepadanya mengenai keinginan masuk dunia politik. Tito menuturkan dirinya memiliki banyak musuh saat bertugas di kepolisian.

"Politik itu lebih banyak musuhnya lagi makin stress kita saya tidak tertarik ke politik saya hanya tertarik ke dunia pendidikan," kata Tito.

Tito lalu mengaku ingin mengajar di Singapura. Ia pun tidak mengerti saat pernyataannya keluar pada keesokan harinya setelah wawancara.

"Padahal kalau diikuti jawabannya cukup runtut itu, saya di triger oleh pertanyaan bukan saya yang membuat isu itu tapi Pak Budiman yang membuat pertanyaan itu dan saya jawab," tuturnya.

"Media ramai munculah berita bahwa Tito ingin pensiun dini, Tito mengajukan pensiun dini. Tito stress dan Tito di bawah tekanan dan seterusnya. saya juga bingung kok jadi begini. Dua hari kemudian saya kumpulkan semua pemred besar, jelaskan lagi kepada mereka. Tapi kira-kira begitu namun masih banyak bergulir," tambah Tito.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas