Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Pemerintah Pastikan Utang Negara untuk Keperluan Produktif, Ujungnya Bisa Dilunasi

Utang Indonesia saat ini, masih jauh di bawah utang-utang negara lain, misal Jepang dan Amerika yang berada di posisi atas menurut World Bank.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso dan Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara mengenai polemik utang negara yang menjadi perbincangan beberapa kalangan.

Pasalnya, utang negara sudah mencapai Rp 3.672 triliun per akhir Mei 2017.

Luhut menjelaskan, utang negara saat ini digunakan untuk berbagai macam pengeluaran yang produktif dan masih dapat dibayar oleh negara dalam jangka waktu tertentu.

"Pemerintah membuat banyak pembangunan di sana-sini, nantinya, utang-utang ini dapat dibayarkan oleh negara," kata dia di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (17/7/2017)

Utang tersebut, lanjut dia, juga masih dianggap wajar karena berada di bawah 30 persen dari GDP Indonesia setiap tahunnya, terlebih di dalam undang-undang, Indonesia masih bisa berutang hingga di angka 60 persen dari GDP yang ada.

Ia menuturkan utang Indonesia saat ini, masih jauh di bawah utang-utang negara lain, misal Jepang dan Amerika yang berada di posisi atas menurut World Bank.

"Utang kita itu masih di bawah 30 persen, jadi masih bisa terbayar. Memang tidak bisa langsung hari ini dibayar, pasti ada waktunya untuk pengembalian," lanjutnya.(*)

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas