Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Indonesia Akan Tambah Pasukan Penjaga Perdamaian Jadi 4.000 Personel Pada 2019

"4.000 personel pada 2019. Ini sudah menjadi komitmen Indonesia untuk menambah pasukan perdamaian,"

Indonesia Akan Tambah Pasukan Penjaga Perdamaian Jadi 4.000 Personel Pada 2019
TNI/Lettu Czi Setiadi Wibowo
Ilustrasi: Komandan Satgas (Dansatgas) Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-C/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos., meresmikan Patung Peacekeeper di Bumi Afrika Tengah, Minggu (7/5/2017). ?Peresmian Patung Peacekeeper ini merupakan Lambang dari Pasukan Kompi Zeni TNI yang sedang mengemban tugas negara sebagai Pasukan Perdamaian, sehingga akan selalu berbuat yang terbaik dan malu apabila berbuat sesuatu yang mencoreng nama baik pribadi, satgas, maupun bangsa dan negara,? tutur Mayor Czi Widya Wijanarko. (TNI/Lettu Czi Setiadi Wibowo) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Amriyono Prakoso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi berencana akan mengirimkan tambahan personel pasukan penjaga perdamaian dari TNI ke sejumlah negara.

Alasannya Indonesia saat ini menjadi kontributor terbesar dalam misi menjaga perdamaian.

Sejauh ini, kata dia, sudah dikirim 2.179 personel untuk menjaga perdamaian dunia.

Pada 2019 Indonesia berencana mengirimkan 4.000 personel.

"4.000 personel pada 2019. Ini sudah menjadi komitmen Indonesia untuk menambah pasukan perdamaian," kata Retno di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (17/7/2017)

Dalam waktu dekat, jelas Retno, akan ada penambahan pasukan sebanyak satu batalyon dari TNI atau 800 personel.

Kemudian 140 anggota kepolisian serta 100 orang petugas administrasi (EPO) yang akan diberangkatkan untuk menjadi penjaga perdamaian.

Untuk pasukan dari TNI, kata Retno sudah tidak lagi menjadi masalah, tetapi untuk pasukan perdamaian dari unsur kepolisian, sedikit mengalami kendala pendanaan.

"Sebenarnya, tidak begitu masalah juga karena akan diganti UN setiap tiga bulan. Tapi bagaimanapun, kita juga harus menyiapkan seluruhnya baik pelatihan, pendanaan dan kesiapan lain," katanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas