Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Nurul Arifin Imbau Kader Golkar Tidak Panik, Terkait Status Tersangka Setya Novanto

Ketua DPP Golkar Nurul Arifin pun menghimbau kepada seluruh kader agat tidak panik menghadapi keputusan KPK itu.

Nurul Arifin Imbau Kader Golkar Tidak Panik, Terkait Status Tersangka Setya Novanto
Tribunnews/JEPRIMA
Selebriti Nurul Arifin saat ditemui pada acara nonton bareng film The Fast and The Furious 8 di XXI Senayan City, Jakarta Pusat, Selasa (11/4/2017). Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Golkar menegaskan penetapan Setya Novanto sebagai Ketua DPR tidak mempengaruhi kinerja partai.

Ketua DPP Golkar Nurul Arifin pun menghimbau kepada seluruh kader agat tidak panik menghadapi keputusan KPK itu.

"Kami imbau kader Golkar di seluruh tanah air tidak panik dan rapatkan barisan. Karena kita berharap jangan ada kelompok-kelompok di luar sana memecah belah Golkar," kata Nurul di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Selain itu, kata Nurul, penetapan Novanto sebagai tersangka oleh KPK tidak mengubah posisi Ketua Umum Golkar itu di DPR. Sebab sesuai UU MD3, Nurul mengatakan perubahan tersebut menunggu putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Sebelumnya, Ketua DPR Setya Novanto akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP Elektronik.

"KPK menetapkan saudara SN sebagai tersangka baru dalam kasus E-KTP," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Nama Novanto sendiri telah muncul dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto. Keduanya merupakan bekas pejabat Kemendagri yang telah duduk di kursi pesakitan.

Novanto disebut-sebut bersama-sama Irman, Sugiharto, Andi Narogong, mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini dan Drajat Wisnu, Direktur PNRI Isnu Edhi Wijaya, terlibat melakukan korupsi proyek e-KTP.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas