Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

KPK Harus Minta Otopsi Terbuka Kematian Johannes Marliem Kepada Otoritas Amerika

Ia khawatir, matinya saksi kunci kasus korupsi e-KTP memutus rantai kasus ini menuju pertanggung jawaban aktor intelektualnya.

KPK Harus Minta Otopsi Terbuka Kematian Johannes Marliem Kepada Otoritas Amerika
Foto: (Instagram/@mir_at_lgc)
Johannes Marliem 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengevaluasi lagi strategi penanganan kasus dan keselamatan saksi-saksi mereka, termasuk dalam kasus korupsi (e-KTP).

Hal ini bercermin pada kasus saksi kunci kasus korupsi e-KTP Johannes Marliem yang dikabarkan tewas di Amerika Serikat (AS), diduga akibat luka tembak.

"KPK harus mengevaluasi lagi strategi penanganan kasus dan keselamatan saksi-saksi mereka," tegas Peneliti Indonesian Legal Roundtable, Erwin Natosmal Oemar kepada Tribunnews.com, Jumat (11/8/2017).

Pada sisi lain, Erwin Natosmal berharap KPK meminta otopsi secara terbuka kematian saksi kuncinya pada pihak yang punya otoritas di AS.

"KPK meminta otopsi secara terbuka kematian saksi kuncinya kepada pihak yang punya otoritas di AS," ujarnya.

Ia khawatir, matinya saksi kunci kasus korupsi e-KTP memutus rantai kasus ini menuju pertanggung jawaban aktor intelektualnya.

Artinya, ia menjelaskan, matinya saksi kunci bisa saja membuat pertanggung jawaban hanya menembus level lapangan dan kelas menengah.

"Namun tidak menyentuh aktor intelektualnya," kata Erwin Natosmal.

Baca: Sebelum Tewas, Saksi Kunci e-KTP Johannes Marliem Sempat Sandera Anak dan Istrinya

Kematian Johannes Marliem telah dikonfirmasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (11/8/2017).

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas