Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

KPK Harap Penyebab Tewasnya Johannes Marliem Segera Terungkap

Kedepan KPK berharap pihak kepolisian AS dapat memberikan informasi dari hasil autopsi Johannes Marliem.

KPK Harap Penyebab Tewasnya Johannes Marliem Segera Terungkap
Foto: (Instagram/@mir_at_lgc)
Johannes Marliem 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap penyebab pasti tewasnya saksi kunci kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem di Amerika Serikat dapat segera terungkap.

Saat ini KPK masih menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian AS yang masih bekerja mengungkap kasus tewasnya Johannes yang diduga bunuh diri tersebut.

"Sistem di negara itu (Amerika Serikat) sudah tertata dengan baik. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan pihak AS, semoga segera diketahui," ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam pesan singkatnya, Sabtu (12/8/2017).

Kedepan KPK berharap pihak kepolisian AS dapat memberikan informasi dari hasil autopsi Johannes Marliem.

Ini untuk mengetahui apakah penyebab kematian Johannes Marliem berkaitan atau tidak dengan penanganan perkara e-KTP.

"Saya kira mereka paham apa (yang harus dilakukan) dan seperti apa bekerja dengan aparat penegak hukum negara lainnya," tegas Saut.

‎Diketahui Johannes Marliem meninggal dunia di Los Angeles, Amerika Serikat. Beredar kabar Marliem bunuh diri di kediamannya.

Johannes Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan yang menyediakan layanan teknologi biometrik.

‎Dia adalah pemasok alat pengenal sidik jari atau automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap e-KTP tahun 2011-2013.

Baca: Kunjungan Kerja Ke Jember, Jokowi Akan Sambangi 4 Pesantren

Dia juga ‎saksi penting untuk membongkar kasus korupsi e-KTP. Pada media, Johannes mengaku memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP yang turut dihadiri oleh Ketua DPR RI.

Atas tewasnya Johannes, KPK memastikan penyidikan korupsi e-KTP akan tetap berjalan karena KPK mengklaim memiliki bukti kuat, penyidikan e-KTP untuk dua tersangka, Setya Novanto dan Markus Nari.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas