Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Kemlu Benarkan WNI yang Tewas di Los Angeles Adalah Johannes Marliem

"Johannes Marliem ditemukan tewas sekitar pukul 02.00 dinihari 10 Agustus 2017 di Los Angeles", ujar Armanatha Nasir.

Kemlu Benarkan WNI yang Tewas di Los Angeles Adalah Johannes Marliem
Facebook
Johannes Marliem 

Laporan Wartawan Tribunnews.co., Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Armanatha Nasir membenarkan, pria warga negara Indonesia yang meninggal di Los Angeles, AS, adalah Johannes Marliem, pria yang disebut-sebut adalah saksi kunci kasus mega korupsi proyek KTP elektronik.

Penegasan itu disampaikan Armanatha Nasir setelah menerima pemberitahuan dari otoritas keamanan AS via KBRI Washington DC.

"Johannes Marliem ditemukan tewas sekitar pukul 02.00 dinihari 10 Agustus 2017 di Los Angeles", ujar Armanatha Nasir saat dihubungi tribunnews.com, Minggu (13/8/2017).

Belum diketahui penyebab kematian Johannes Marliem.

"Otoritas keamanan setempat (AS) masih melakukan investigasi terkait penyebab dan insiden sebelum terjadinya kematian tersebut," tambah Armanatha.

Ia juga mengungkapkan Kementerian Luar Negeri juga akan mencari informasi dan mendalami status kewarganegaraan Johannes Marliem.

"Mengingat ada dua informasi berbeda mengenai status kewarganegaraan Johannes Marliem," imbuh Armanatha Nasir.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (11/8/2017), Johannes Marliem, seorang pengusaha yang bergerak di sektor IT dan menjadi saksi kunci dalam Mega korupsi proyek e-KTP dikabarkan meninggal.

Berita kematian Johannes Marliem juga disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Feby Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

KPK menyebutkan Johannes Marliem merupakan saksi penting pada kasus korupsi e-KTP.

Johannes Marliem juga pernah dijadwalkan KPK untuk dihadirkan sebagai saksi pada sidang e-KTP dengan terdakwa penjabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas