Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Mendagri: Anggota ISIS yang Pulang ke Indonesia Akan Dicuci Otaknya

Namun Indonesia bukan tipikal negara yang menerapkan hal tersebut kepada para WNI yang tersandung kegiatan 'radikalisme'.

Mendagri: Anggota ISIS yang Pulang ke Indonesia Akan Dicuci Otaknya
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama Pengamat Politik J Kristiadi menyampaikan pandangan ketika menjadi pembicara pada diskusi publik di Jakarta, Sabtu (12/8/2017). Diskusi yang diprakarsai oleh Galang Kemajuan Center tersebut mengangkat tema Dinamika Politik dan Undang-Undang Pemilu. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo angkat bicara mengenai  kembalinya belasan Warga Negara Indonesia (WNI) eks anggota ISIS ke Indonesia.

Ia menjelaskan, pemerintah bisa saja menolak kepulangan mereka ke tanah air.

Namun Indonesia bukan tipikal negara yang menerapkan hal tersebut kepada para WNI yang tersandung kegiatan 'radikalisme'.

"Ya memang sebenarnya negara kalau mau ekstrem (akan) menolak dia pulang, tapi kan Indonesia tidak (begitu)," ujar Tjahjo, saat ditemui di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (12/8/2017).

Ia menambahkan, saat ini pemerintah telah mengetahui posisi ISIS yang semakin terdesak.

Oleh karena itu menurutnya, tidak ada alasan untuk menolak kembalinya para WNI eks ISIS dari negara Suriah itu.

"Pemerintah kan sekarang (mengetahui) ISIS dalam kondisi di luar negeri yang berantakan, ini kan (WNI kita) keluar lagi (dan kembali ke Indonesia), masa kita tolak, kan nggak bisa," jelas Tjahjo.

Kendati demikian Tjahjo mengatakan bahwa pengembalian pola pikir para eks ISIS itu menjadi tugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat ini.

Ia menuturkan, para esk ISIS itu harus dipulihkan kembali pola pikirnya melalui cara doktrin.

"Ya makanya (upaya) BNPT, begitu (eks ISIS) pulang (ke Indonesia) langsung didoktrin dulu," kata Tjahjo.

Hal tersebut kata politisi PDI Perjuangan itu harus dilakukan lantaran sebelumnya, para eks ISIS juga telah mengalami 'cuci otak' oleh organisasi radikal ISIS.

Sehingga cara yang sama pula harus dilakukan untuk mengembalikan pola pikir mereka agar tidak keliru.

"Dia dulu pergi juga dicuci otak (oleh ISIS), ya pulang juga kita cuci otak lagi," tegas Tjahjo.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas