Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Hak Angket KPK

Yusman Tak Ingat Siapa Saja yang Menyewa Rumah Kontrakannya yang Disebut-sebut Safe House

Sidak pansus hak angket itu untuk mengungkap pernyataan saksi kasus suap mantan Ketua MK Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa, terkait safe house.

Yusman Tak Ingat Siapa Saja yang Menyewa Rumah Kontrakannya yang Disebut-sebut Safe House
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Niko Panji bersama Pansus angket KPK di safe house KPK di Jalan TPA Cipayung, Depok, Jawa Barat, Jumat (11/8/2017). 

Dia merasa tidak aman dan nyaman berada di sana. Salah satunya karena jalan di tempat itu dilalui truk-truk sampah sehingga kerap mencium bau tidak sedap.

Ini ditambah ventilasi untuk sirkulasi udara masuk-keluar di ruangan agak kurang. Bahkan, di teras rumah ditaruh barang-barang sehingga menyulitkan berjalan.

"Saya dibatasi tidak boleh mengobrol. Tidak bebas berhubungan dengan pihak luar dan tidak bisa komunikasi dengan keluarga. Tidak boleh keluar. (Pertemuan dengan keluarga) yang mempertemukan pengawal," kata Niko.

Meskipun ada kamar, namun Niko mengaku tidak dapat tidur di kamar karena kalau hujan, kamar bocor.

"Kamar itu tadi yang saya tunjukkan. Kalau hujan itu tidak bisa tidur. Makanya di (ruangan) tengah," keluh dia.

Pemilik rumah Yusman, membenarkan ada yang mengontrakkan rumahnya pada tahun 2014 sampai 2015. Harga rumah kontrakan itu satu bulan mencapai Rp 2,5 juta atau 25 juta per tahun.

Baca: Empat Anggota TNI yang Sempat Terkatung-katung di Laut Ditemukan Selamat

Namun, dia mengaku tidak ingat siapa yang tinggal di rumahnya tersebut.

"Saya sudah tidak ingat siapa saja yang mengontrak di tempat saya. Kalau ada buktinya mungkin saya bisa ingat lagi yang bersangkutan pernah mengontrak di tempat yang dimaksud. Pada 2014-2015, sudah dikontrakkan, tetapi saya sudah tidak ingat siapa saja yang mengontrak pada saat itu," kata Yusman.

Setelah dikontrakkan pada tahun itu, rumah itu kosong. Menurut Nanang, penjaga rumah, dia tak pernah melihat orang masuk ke rumah itu kecuali pemilik rumah yang datang setiap hari Sabtu.

Pansus Angket KPK gagal mengecek rumah kedua yang disebut Niko rumah sekap di Jl Kuda Lumping, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pansus tak berhasil menghubungi pemilik rumah yang mengunci pagar.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas