Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Ketua Komisi III DPR: Insitutsi yang Sebut Johannes Marliem Saksi Kunci Harus Bertanggung Jawab

Marliem yang diposisikan sebagai saksi kunci sesuai dengan undang-undang harusnya mendapatkan perlindungan khusus.

Ketua Komisi III DPR: Insitutsi yang Sebut Johannes Marliem Saksi Kunci Harus Bertanggung Jawab
facebook.com/johannesmarliem78
Johannes Marliem 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi III DPR-RI, Bambang Soesatyo menyebut ada tanda tanya soal kematian saksi kunci kasus mega korupsi E-KTP, Johannes Marliem.

Menurutnya, Marliem yang diposisikan sebagai saksi kunci sesuai dengan undang-undang harusnya mendapatkan perlindungan khusus.

"Dengan statusnya sebagai saksi kunci, apakah almarhum dan keluarganya sudah mendapatkan perlindungan maksimal," kata Bambang dalam keterangan yang diterima, Senin (14/8/2017).

Pemuda Ini Kaget Akan Memasukkan Kotak Amal ke Dalam Tasnya, Tiba-Tiba Ada Sosok Ini di Sampingnya

Politikus Partai Golkar ini juga mempertanyakan pihak yang mengambil inisiatif memublikasikan nama dan profil Marliem sebagai saksi kunci kasus KTP-elektronik.

Bambang menjelaskan, saksi kunci sebuah mega kasus akan menghadapi ancaman sangat serius.

Untuk menangkal ancaman itu, seharusnya saksi kunci dan keluarganya patut mendapatkan perlindungan maksimal.

Untuk itu, institusi yang memosisikan Marliem sebagai saksi kunci mega kasus korupsi proyek KTP-el layak bertanggungjawab atas kematiannya.

"Sangat mudah dipahami bahwa ketika penyidik sebuah kasus besar memosisikan seseorang sebagai saksi kunci kasus tersebut, pada saat itu pula para penyidik menempatkan orang itu dalam ancaman yang sangat serius, termasuk ancaman pembunuhan," katanya.

Bambang menambahkan, kehidupan seorang saksi kunci dan keluarganya tidak nyaman lagi karena terus dibayangi rasa takut. Apalagi jika nama dan profil saksi kunci itu sudah mendapatkan publikasi yang luas.

Kematian Johannes Marliem telah dikonfirmasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (11/8/2017).

Johannes juga ‎disebut saksi penting untuk membongkar kasus korupsi e-KTP. Pada media, Johannes mengaku memiliki rekaman pertemuan dengan para perancang proyek e-KTP yang turut dihadiri oleh Ketua DPR RI.

Atas tewasnya Johannes, KPK memastikan penyidikan korupsi e-KTP akan tetap berjalan karena KPK mengklaim memiliki bukti kuat, penyidikan e-KTP untuk dua tersangka, Setya Novanto dan Markus Nari.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas