Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Amir Biki: Jangan Sampai Ada Yang Melawan Petugas

Amir Biki sejatinya tidak ingin ada bentrokan antara massa dengan aparat, yang menyebabkan puluhan orang tewas diberondong peluru tajam.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amir Biki sejatinya tidak ingin ada bentrokan antara massa dengan aparat, yang menyebabkan puluhan orang tewas diberondong peluru tajam.

Hal itu diakui oleh Husein Sape, salah seorang saksi bentrokan berdarah pada 12 September 1984 di depan Mapolres Jakarta Utara, yang kemudian insiden tersebut dikenal sebagai 'Peristiwa Tanjung Priok.'

Massa yang akhirnya bentrok dengan aparat tersebut, adalah mereka yang menghadiri tabligh akbar yang digagas Amir Biki, di Jalan Sindang, Jakarta Utara, pada 12 September 1984.

Pada pengajian yang dimulai pukul 20.00 WIB itu, pesertanya tidak hanya warga sekitar Jakarta Utara, tetapi ada juga yang datang dari Karawang dan Tangerang.

Tabligh akbar itu digelar sebagai respon atas penahanan empat orang warga oleh Kodim 0502 pada dua hari sebelumnya, mereka adalah Safwan Bin Sulaeman, Syarifudin Rambe, Ahmad Sahi dan Muhamad Noor.

Mereka ditahan terkait insiden pembakaran sepedamotor yang ditumpangi Babinsa Koja Selatan, Sertu Hermanu.

Husein Sape adalah salah satu dari sekitar tiga ribu orang peserta pengajian tersebut.

Dikutip dari putusan bebas Mayjend TNI (Purn) Pranowo, No.02/PID.HAM/AD/HOC/2003/PN.JKT.PST, mantan Kapomdam V Jaya yang saat kejadian masih berpangkat Kolonel, Husein Sape mengaku di acara tersebut ia duduk tidak jauh dari podium, di mana Amir Biki menyampaikan ceramahnya.

Amir Biki, saat masih berdiri di podium, meminta tolong kepadanya, untuk membawa bendera berwarna hijau yang antara lain bertuliskan kalimat syahadat, saat massa beranjak menuju kantor Kodim 0502. Tak hanya itu, Amir Biki juga meminta Husein Sape memimpin massa untuk mendatangi kantor Kodim.

Sang tokoh masyarakat juga mengingatkan Husein Sape yang dipercaya sebagai pemimpin rombongan, untuk menjaga agar tidak terjadi bentrokan dengan aparat.

Ia mengingat Amir Biki sempat mengatakan kepadanya, "tolong pimpin teman-teman ke Kodim, dan awasi jangan sampai ada yang melawan petugas."

Massa kemudian bergerak ke kantor Kodim setelah pengajian selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Di depan Mapolres Metro Jakarta Utara, mereka dihadang oleh tentara dari Yon Arhanudse-6 Tanjung Priok yang menenteng senapan laras panjang.

Di tempat tersebut akhirnya bentrokan terjadi, dan berujung dengan penembakan yang menyebabkan puluhan orang tewas.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas