Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Isu SARA

Eggi Sudjana: Sebenarnya Siapa yang Melakukan Ujaran Kebencian, Saya Atau Mereka ?

“Mereka membully dan menuduh saya. Jadi yang saya tanyakan, sebenarnya yang melakukan ujaran kebencian itu siapa, saya atau mereka?”

Eggi Sudjana: Sebenarnya Siapa yang Melakukan Ujaran Kebencian, Saya Atau Mereka ?
Wartakota/ Feryanto Hadi
Eggi Sudjana 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eggi Sudjana, pengaca dan aktivis yang namanya tercantum di dalam kepengurusan Saracen, menilai desakan berbagai pihak agar polisi melakukan pemeriksaan terhadap dirinya sebagai upaya untuk membunuh karakter.

Ia melihat masalah Saracen sudah terlalu jauh dibawa ke dalam kepentingan politik.

Eggi juga mempertanyakan kondisi yang terjadi saat ini, dimana ada pemutarbalikan fakta secara masif oleh pihyak-pihak yang berseberangan.

Baca: Eggi Sudjana Merasa Dikriminalisasi Setelah Bela Habib Rizieq

Ia mencontohkan, banyak orang di sosial media, baik dengan menggunakan akun terang-terangan maupun akun palsu, telah membuli dirinya dengan menuduhkan sebagai pelaku ujaran kebencian karena namanya dicatut bos Saracen.

Bahkan, ia mengungkapkan, banyak kalimat-kalimat hinaan kepada dirinya yang menurutnya tidak pantas diucapkan.

“Mereka membully dan menuduh saya. Jadi yang saya tanyakan, sebenarnya yang melakukan ujaran kebencian itu siapa, saya atau mereka?” kata Eggi saat menggelar konferensi pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/9/2017).

Baca: Eggi Sudjana Sebut Habib Rizieq Lebih Baik Dihina Ketimbang Pulang Ke Tanah Air Terjadi Kerusuhan

Eggi menganggap saat ini dirinya seperti sedang menjadi target operasi pihak tertentu.
Ia mencontohkan, belum selesai fitnah soal Saracen, ia sudah dihantam lagi dengan pelaporan mengenai dugaan pemalsuan berupa surat kuasa yang dibuat masyarakat kepada Eggi terkait sengketa tanah di Tulung Agung, Jawa Timur.

“Ini kan kelihatan sekali adanya upaya kriminalisasi terhadap saya. Secara fakta yang membuat surat kuasa adalah perwakilan masyarakat kepada saya selaku kuasa hukum. Tapi kenapa tiba-tiba ada pelaporan seperti itu?” katanya.

“Advokat tidak dapat dituntut, baik perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk pembelaan klien dalam sidang pengadilan,” tambahnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas