Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Fadli Zon: Surat yang Dikirim ke KPK Hanya Aspirasi, Bukan Intervensi Terhadap Hukum

Fadli Zon menegaskan surat yang ditandatanganinya terkait pemeriksaan Setya Novanto hanyalah sekadar surat biasa.

Fadli Zon: Surat yang Dikirim ke KPK Hanya Aspirasi, Bukan Intervensi Terhadap Hukum
ISTIMEWA
Fadli Zon 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon meluruskan simpang siur pemberitaan yang menyebutkan surat yang ditandatanganinya mengenai pemeriksaan Setya Novanto dianggap sebagai bentuk intervensi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Fadli Zon menegaskan bahwa surat yang ditandatanganinya terkait pemeriksaan Setya Novanto hanyalah sekadar surat biasa dimana sebuah pengaduan atau aspirasi anggota masyarakat terhadap instansi terkait.

"Karena aspirasi dan pengaduan yang disampaikan terkait ranah kewenangan KPK, maka aspirasi itu kemudian diteruskan kepada KPK. Hanya karena kebetulan pengadunya adalah Drs Setya Novanto, tanggapan mengenai surat itu akhirnya jadi perhatian dan ditafsirkan beragam," kata Fadli melalui pesan singkatnya, Kamis (14/9/2017).

Politikus Partai Gerindra itu meminta agar semua yang berkomentar terhadap apa yang dilakukannya sebaiknya membaca secara detail isi surat tersebut.

Dikatakannya, meneruskan surat adalah salah satu pekerjaan rutin dalam rangka menyampaikan aspirasi masyarakat.

Baca: Kirim Surat Minta Tunda Pemeriksaan Setya Novanto, Fadli Zon Disebut Rusak Marwah Gerindra

"Sebagai pimpinan DPR, saya biasa menerima pengaduan masyarakat, baik yang disampaikan melalui audiensi, korespondensi, sidak atau kunjungan lapangan maupun yang diterima melalui komisi dan fraksi. Kemudian surat itu akan diteruskan kepada instansi dan lembaga-lembaga terkait, apakah kementerian, polisi, kejaksaan dan lain-lain," paparnya.

Fadli ‎pun menilai apa yang dilakukannya terhadap surat aspirasi Setya Novanto sama dengan apa yang ia lakukan sewaktu mengunjungi Kampung Bayam, Jakarta Utara.

Dia datang ke kampung tersebut karena menerima aspirasi warga yang meminta diperjuangkan agar tidak digusur dari tempat tinggalnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas