Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Wiranto Jelaskan Kenapa Selama Ini Kekuatan TNI Terpusat di Pulau Jawa

Muzani belum tahu kapan ‎partainya akan mendeklarasikan mantan Danjen Kopassus itu sebagai calon presiden 2019.

Wiranto Jelaskan Kenapa Selama Ini Kekuatan TNI Terpusat di Pulau Jawa
henry lopulalan/henry lopulalan
ANGGOTA FATP-------Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan dan Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (Komite TPPU )Wiranto ketika jumpapres persiapan menjadi anggota Financial Action Task Force on Money Laundering ( FATF). di Kantor PPATK Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Selasa(29/8/2017). Indonesia berharap mejadi anggota tetap FATF karena akan dilibatkan dalam hal penguatan keputusan-keputusan, aturan-aturan yang terkait dengan tindak pidana pencucian uang. Tindak pidana pendanaan terorisme dan juga hal yang lain, menuju sistem keuangan kita yang lebih terintegritas.-------Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemaan (Menkopolhukam), Wiranto menyatakan selama republik ini berdiri, kekuatan TNI hanya berpusat di pulau jawa.

Hal tersebut bisa terjadi antara lain karena markas TNI yang dihuni saat ini, sebagiannya berdiri di atas tangsi yang dibangun penjajah.

Dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di komolek parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (13/9/2017), ia menyebut tangsi-tangsi tersebut dibangun belanda di sepanjang jalur kereta. Mulai dari Bandung, Cimahi hingga Banyuwangi.

"Kenapa, karena Belanda membangun untuk mengawasi perkebunan, pabrik gula, pabrik tembako, itu kita tempati. Akibatnya apa, tentara dan polisi bejubel di Pulau Jawa," katanya.

Kebijakan tersebut adalah kebijakan yang tepat pada awalnya. Pasalnya di awal TNI terbentuk, yang umurnya hanya beberapa bulan lebih muda dari republik ini, saat itu negara tidak punya uang dan angkatan bersenjata harus dibentuk.

Alhasil kebijakan perampasan aset-aset penjajah pun dilakukan.

Dalam kesempatan itu Wiranto juga menyinggung fasilitas TNI yang lokasinya sudah dianggap kurang representatif.

Wiranto menyebut Markas Korps Marinir yang terdapat di pusat kota, yakni di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, dan fasilitas Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD yang berada di Jalan Supratman, Bandung, Jawa Barat.

"Marinir tahu kan, kerjanya kan sebenarnya di pantai, ampibi, tapi (markasnya) di Kwitang dia," ujarnya.

"Di Bandung, di Jalan Supratman, saya dan pak Luhut (Binsar Panjaitan) sempat sekolah di sana, kita sekolah tahun enam puluhan. Dulu lari pagi masih sepi, keluar komplek masih taman makam pahlawan, sekarang keluar pintu gerbang, kita bisa disambar angkot," katanya.

Oleh karena itu menurutnya sudah tepat yang dilakukan pemerintah saat ini, yakni membangun Indonesia dari pinggir, termasuk untuk urusan faslitas TNI.

Menkopolhukam meminta anggota DPR mendukung kebijakan tersebut, dan anggaran untuk pembangunan pertahanan di pinggir Indonesia tidak lagi dipangkas.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas