Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Tragedi Kemanusiaan Rohingya

Temui Menkopolhukam, Dubes Australia Bahas Krisis Rohingya

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, bersama Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, m

Temui Menkopolhukam, Dubes Australia Bahas Krisis Rohingya
SURYA/SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
KUNJUNGI SEKOLAH - Paul Grigson, Duta Besar Australia untuk Indonesia saat berkunjung di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Corjesu Kota Malang, Selasa (22/11/2016). Paul Grigson melakukan sejumlah kunjungan ke sekolah dan kampus di Malang untuk mempererat hubungan Indonesia-Australia. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, bersama Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, membahas krisis Rohingya,di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Selatan (3/9/2017).

"Kami berbicara soal hubungan kedua negara tentang bagaimana kita membantu penyelesaian masalah di Myanmar. Jadi seperti yang anda ketahui bahwa Indonesia telah melakukan banyak langkah atas instruksi presiden," ujarnya kepada wartawan usai menerima Paul Grigson.

Baca: Masukan Laporan, Kangen Band Diajak Foto Polisi

Bantuan Indonesia terhadap para korban konflik Rohingya di Rakhine State, Myanmar, adalah pengiriman bantuan yang sudah beberapa kali dilakukan. Selain pemerintah, masyarakat Indonesia melalui sejumlah pihak, juga sudah berkali-kali mengirimkan bantuan ke para korban konflik tersebut.

"Nah soal politik, menteri luar negeri kita kan sudah bekerja keras untk bagaimana dengan semangat bebass aktif dari Indonesia, atas petunjuk PResiden, melakukan langkah-langkah yang konstruktif," katanya.

Rohingya adalah pendatang dari Bangladesh, yang sudah ratusan tahun mendiami tanah Rakhine State. Konflik dipicu oleh sikap pemerintah Myanmar, yang tidak mengakui keberadaan mereka.

Alhasil mereka menjadi korban presekusi dari aparat dan pribumi di Myanmar. Alhasil ratusan orang mati, dan ratusan ribu warga Rohingya mengungsi keluar Myanmar.

Tidak hanya itu, etnis Rohingya yang mayoritasnya adalah muslim itu, akhirnya membentuk kelompok bersenjata untuk melawan pemerintah Myanmar.

Baca: Penembakan di Las Vegas, KJRI Minta WNI Waspada

Mereka membentuk Arakan Rakhine Salvation Army (ARSA), yang belakangan dicap sebagai organisasi teroris.

Wiranto menyebut selain memberikan bantuan berupa barang-barang kebutuhan korban, membantu menyelesaikan konflik di Rakhine State, Indonesia juga menampung para pengungsi yang kabur ke tanah air.

Indonesia juga jadi pelopor untuk digelarnya forum yang terdiri dari negara-negara terkait, untuk menuntaskan konflik tersebut.

Namun apa tindakan selanjutnya setelah pembahasan terkait krisis tersebut digelar oleh Wiranto dan Paul Grigson, Menkopolhukam menyebut hal itu belum diputuskan. Koordinasi kedua negara terkait konflik Rohingya, menurut Wiranto baru sebatas pembahasan.

"Belum, baru pemikiran, nanti akan kita melihat," katanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas