Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Operasi Tangkap Tangan KPK

Deretan Politisi Hingga Kepala Daerah yang ''Berkantor'' di KPK

Terakhir dua OTT yang dilakukan jumat tengah malam yakni OTT di Cilegon dan OTT di Jakarta.‎

Deretan Politisi Hingga Kepala Daerah yang ''Berkantor'' di KPK
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Jumat (6/10/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa bulan terakhir, Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kian gencar melakukan penindakan Operasi Tangkap Tangan (OTT)

Nyaris setiap akhir pekan maupun malam minggu, KPK selalu melakukan operasi senyap di beragam wilayah yang memang sudah menjadi bidikan.

Kini, OTT sering kali dilakukan di akhir pekan mulai dari Jumat, Sabtu dan minggu. Penangkapan ini juga dibarengi dengan penetapan status hukum para pihak yang di OTT.

Terakhir dua OTT yang dilakukan jumat tengah malam yakni OTT di Cilegon dan OTT di Jakarta.‎

Alhasil Sabtu malam, status mereka yang terjaring OTT pasti diumumkan setelah diperiksa 1x24 jam.

Berdasarkan rangkuman Tribunnews.com, dari OTT yang dilakukan KPK, yang banyak terjaring ialah para kepala daerah, para penegak hukum dan para politisi.

Baca: Kisah Kapolsek Menyamar Jadi PSK, Kaget Mucikarinya adalah Biduan Dangdut yang Sering Ketemu

Berikut daftar beberapa politisi yang tersandung kasus korupsi di KPK, mereka didominasi dari Partai Golkar :

Ridwan Mukti, Gubernur Bengkulu yang terjaring OTT pada 20 Juni 2017. Ketua DPD Golkar Prov Bengkulu itu, bersama sang istri, Lily Martiani Maddari diduga terlibat suap fee proyek jalan di Kab Rejang Lebong senilai Rp 37 miliar. Kini kasusnya sedang menunggu jadwal sidang di Pengadilan Tipikor Bengkulu.

Siti Mashita Soeparno, Wali Kota Tegal yang terharing OTT KPK pada 29 agustus 2017 lalu, Siti diduga terlibat pemberian uang terkait pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah senilai Rp 5,1 miliar. Siti diketahui berstatus kader partai NasDem yang kemudian maju pemilu Wali kota Tegal 2013 lewat Golkar. Selain Siti, KPK juga menangkap tangan kanannya, Amir Mirza yang adalah Politisi NasDem, namun kini dipecat karena status tersangkanya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas