Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Ke Bareskrim, Pengacara Setya Novanto Enggan Sebut Pihak yang Dilaporkan

Kepada awak media, Fredrich enggan mengungkapkan alasannya menyambangi Bareskrim pada hari ini.

Ke Bareskrim, Pengacara Setya Novanto Enggan Sebut Pihak yang Dilaporkan
Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com
Fredrich Yunadi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menyambangi kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (9/10/2017).

Fredrich tiba bersama timnya sekitar pukul 13.30 WIB.

Dirinya langsung masuk ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri tanpa menjawab pertanyaan dari pewarta yang mengajukan wawancara.

Sekitar satu jam 30 menit di dalam ruang SPKT, Fredrich langsung pergi lewat lift ke lantai bawah.

Kepada awak media, Fredrich enggan mengungkapkan alasannya menyambangi Bareskrim pada hari ini.

"Laporan Polisi (LP) sudah ada. Tapi sementara kita nggak ada komentar dulu ya," ujar Fredrich kepada wartawan.

Mengenai pihak yang akan dilaporkan, Fredrich mempersilakan wartawan menanyakan kepada penyidik Bareskrim.

"Tanya penyidiknya. Kita nggak enak ya," kata Fredrich seraya masuk ke dalam lift.

Sebelumnya Fredrich mengancam bakal melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke polisi jika kliennya ditetapkan kembali menjadi tersangka.

Baca: Polisi Lepaskan 51 Pengunjung T1 Spa Khusus Kaum Gay

Ia menilai putusan praperadilan yang membebaskan Novanto dari status tersangka sudah final dan tak dapat diganggu gugat.

Oleh karena itu, ia menganggap KPK melanggar hukum jika kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

"Maka tidak segan-segan kami mengambil langkah hukum untuk dalam hal ini jelas supaya polisi menindaklanjuti," kata Fredrich di kantornya, Gandaria, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Ia mengaku memiliki dasar hukum yang kuat untuk melaporkan KPK kepada polisi jika menetapkan kembali Novanto sebagai tersangka.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas