Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

KPK Tetap Agendakan Setya Novanto Bersaksi Dalam Sidang Kasus Korupsi e-KTP

"Jaksa akan mempertimbangkan lebih lanjut kebutuhan pemeriksaan atau pemanggilan kembali terhadap saksi-saksi yang tidak hadir di persidangan hari ini

KPK Tetap Agendakan Setya Novanto Bersaksi Dalam Sidang Kasus Korupsi e-KTP
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Ketua DPR Setya Novanto. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap akan menghadirkan Setya Novanto untuk bersaksi dalam sidang korupsi e-KTP untuk terdakwa Andi Agustinus alias ‎Andi Narogong.

Diketahui, Senin (9/10/2017) Setya Novanto diagendakan bersaksi, namun‎ Ketua DPR RI itu tidak hadir lantaran harus berobat.

Baca: Gamawan Fauzi Garansi Dua Adiknya Tidak Terlibat Korupsi e-KTP

Selain Setya Novanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga tidak hadir dari panggilan jaksa penuntut umum KPK.

"Jaksa akan mempertimbangkan lebih lanjut kebutuhan pemeriksaan atau pemanggilan kembali terhadap saksi-saksi yang tidak hadir di persidangan hari ini," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca: Mangkir Dalam Sidang e-KTP, Setya Novanto Dianggap Menghina dan Melecehkan KPK

Febri menuturkan pemanggilan ulang Setya Novanto dan Ganjar yang tidak hadir dalam sidang lanjutan Andi Narogong mempertimbangkan kebutuhan proses pembuktian dan batas waktu persidangan di pengadilan yang hanya 90 hari.

Dimana keterangan Ketua Umum Partai Golkar itu dinilai penting untuk didengarkan sebagai saksi dalam kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Baca: Wakil Ketua KPK Saut Situmorang Dilaporkan ke Bareskrim Polri Terkait Dugaan Pembuatan Surat Palsu

Selain itu, kehadiran Setya Novanto juga penting karena ada sejumlah informasi yang perlu diklarifikasi, baik oleh majelis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, jaksa penuntut umum KPK maupun Andi Narogong.

Baca: Hasil Final Audit BPK, Kasus BLBI Rugikan Negara Rp 4,58 Triliun

"Itu lah pentingnya kehadiran saksi. Dan dalam konstruksi kasus e-KTP ini kami sudah sampaikan sejak awal ada sejumlah pihak yang diduga bersama-sama melakukan korupsi," tambah Febri.

Sebelumnya baik Setya Novanto maupun Ganjar sudah pernah bersaksi dalam persidangan mantan dua pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas