Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Setya Novanto kirim Surat Tidak Bisa Bersaksi di Sidang e-KTP

Febri Diansyah mengatakan pihaknya sudah menerima surat dari Setya Novanto soal alasan tidak bisa menghadiri sidang hari ini.

Setya Novanto kirim Surat Tidak Bisa Bersaksi di Sidang e-KTP
Harian Warta Kota/Harian Warta Kota
GUGAT PUTUSAN HAKIM - Massa dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi melakukan aksi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (1/10). Aksi yang bertajuk 'Indonesia Berkabung' tersebut untuk menggugat keputusan hakim tunggal praperadilan PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar yang membatalkan status tersangka Setya Novanto dalam kasus korupsi KTP-el, sekaligus untuk mendukung KPK agar mengeluarkan sprindik baru untuk Setya Novanto. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Setya Novanto hari ini, Senin (9/10/2017) dijadwalkan menjadi saksi di sidang korupsi e-KTP dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor, Jakarta, namun Ketua DPR RI itu tidak hadir.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan pihaknya sudah menerima surat dari Setya Novanto soal alasan tidak bisa menghadiri sidang hari ini.

"Jaksa KPK sudah menerima surat dari pihak saksi Setya Novanto, bahwa yang bersangkutan tidak bisa memenuhi panggilan jadi saksi di pengadilan tipikor karena hari ini jadwal pemeriksaan kesehatan," kata Febri.

Terpisah, ‎Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi membenarkan kliennya tidak bisa hadir karena sedang dalam tahap pemulihan.

"Beliau kan masih pemulihan kesehatan, sulit bisa hadir. Kalau beliau sehat, saya kira akan datang. Kan beliau taat pada hukum, kalau tidak sakit pasti datang," ujar Fredrich Yunadi.

Menurut Fredrich, Setya Novanto hari ini dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di RS Premier Jatinegara Jakarta Timur.

Baca: Gamawan Fauzi Tuding Nazaruddin Berbohong

Hal ini berkaitan dengan penyakit jantung yang diidapnya belum sembuh.

 "Sepengetahuan saya, beliau hari ini ada check up ya. Kan kemaren waktu keluar dari RS Premier dijadwalkan dokter hari ini melakukan check up," ujarnya.

Diketahui, selain Setya Novanto yang dijadwalkan bersaksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP. 

 Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga akan menghadirkan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi‎ serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

 Dalam dakwaan perkara ini, nama Setya Novanto kerap disebut sebagai kunci anggaran di DPR.

Setya Novanto juga disebut telah menerima aliran dana sekitar 11 persen dari bancakan, atau sekitar Rp 574 miliar.

 Setya Novanto sempat ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut. Namun penetapan tersangka terhadap Novanto dianggap tidak sah dalam putusan praperadilan oleh Hakim Cepi Iskandar.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas