Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

KPK dan LPSK Sepakat Perbaharui Nota Kesepahaman

Dari hasil pertemuan keduanya, Ketua LPSK Abdul Aris Semendawai mengatakan baik LPSK maupun KPK sepakat memperpanjang kerja sama

KPK dan LPSK Sepakat Perbaharui Nota Kesepahaman
Abdul Qodir/Tribunnews.com
Ketua LPSK, Abdul Haris Semendawai 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Selasa (10/10/2017) menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tujuan mereka yakni membahas rencana pembaharuan kerja sama antara KPK dengan LPSK yang berakhir sejak 2015 lalu.

Dari hasil pertemuan keduanya, Ketua LPSK Abdul Aris Semendawai mengatakan baik LPSK maupun KPK sepakat memperpanjang kerja sama tersebut. Nota kesepahaman itu akan ditandatangani dalam waktu dekat.

"Tadi sudah ada diskusi sepakat antara LPSK dan KPK untuk saling mendukung dalam hal memberantas korupsi. Kami sepakat untuk segera menandatangani MoU," ungkap Abdul di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Walaupun MoU itu belum resmi ditandatangani, Abdul bersama KPK tetap melakukan perlindungan terhadap para saksi selama ada permintaan dari pihak bersangkutan, pelapor termasuk lembaga antikorupsi.

Baca: Perpanjangan Penahanan Bos First Travel Ditambah 20 Hari

Masih menurut Abdul, selama ini ada sekitar 200 saksi yang mendapat perlindungan LPSK, 46 di antaranya saksi dari KPK.

Rata-rata, mereka yang meminta perlindungan karena mendapat ancaman dan teror.

Lebih lanjut, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyambut baik pembaharuan kerjasama dengan LPSK. Dimana pada dasarnya setiap saksi pelapor, ahli ataupun korban berhak mendapat perlindungan.

"Dia harus merasa aman dan nyaman dalam hal ini menurut Undang-undang ditunjuk LPSK khusus menanganai perlindungan saksi dan korban," kata Basaria.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas