Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

KPK Tidak Mau Status Tersangka Setya Novanto Kembali Dibawa ke Praperadilan

Basaria menambahkan pihaknya menginginkan penyidikan terhadap Setya Novanto harus dilakukan dengan teliti dan detail.

KPK Tidak Mau Status Tersangka Setya Novanto Kembali Dibawa ke Praperadilan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan berbicara dihadapan wartawan saat konferensi pers terkait suap di Kabupaten Kutai Kartanegara di gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/9/2017). KPK menetapkan tiga tersangka kasus dugaan suap, yaitu Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin, dan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun terkait perizinan perkebunan kelapa sawit sebesar Rp 6 miliar dan gratifikasi sejumlah USD 775 ribu atau senilai Rp 6,97 miliar. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak ingin buru-buru menetapkan kembali Ketua DPR RI Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP, yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan pihaknya masih mempelajari dengan teliti dokumen dan berkas putusan praperadilan Setya Novanto yang baru diterima kemarin, agar ketika menetapkan kembali menjadi tersangka tidak dibawa ke praperadilan.

"Kami tidak mau nanti (ditetapkan sebagai tersangka), kemudian dipraperadilan lagi," ungkap Basaria, Selasa (10/10/2017) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Basaria menambahkan pihaknya menginginkan penyidikan terhadap Setya Novanto harus dilakukan dengan teliti dan detail.

Baca: Politisi Golkar Segera Sampaikan Pelaporan Koran Tempo Kepada Setya Novanto

Mengenai pemanggilan sebagai saksi dalam persidangan Andi Agustinus alias Andi Narogong di Tipikor, Basaria menuturkan kehadiran Setya Novanto sangat dibutuhkan. Mengingat, Setya Novanto juga menjadi saksi untuk sejumlah tersangka lainnya.

"Kalau pemanggilan sebagai saksi, itu karena kebetulan yang bersangkutan (Setya Novanto) ada beberapa tersangka yang jadi saksi juga, memang otomatis harus dipanggil untuk itu," ujar Basaria.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas