Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Pengacara Novanto Ancam Polisikan Pimpinan KPK, Basaria : Itu Hak Dia

Basaria menambahkan kalaupun benar kubu Setya Novanto akan melapor, pihaknya mempercayai Polri akan bekerja secara profesional.

Pengacara Novanto Ancam Polisikan Pimpinan KPK, Basaria : Itu Hak Dia
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi berencana melaporkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Bareskrim Polri apabila tetap menerbitkan sprindik baru untuk kembali menetapkan Setya Novanto (SN) sebagai tersangka.

Dikonfirmasi ke Wakil Pimpinan KPK, Basaria Panjaitan, menurutnya soal lapor melapor adalah hak dari pihak Setya Novanto karena memang setiap orang berhak untuk melapor.

Baca: Basaria: KPK Tidak Akan Lepaskan Setya Novanto dari Pusaran Korupsi e-KTP

"Tidak papa itu (melapor) hak dia," terang Basaria, Selasa (10/10/2017).

Basaria menambahkan kalaupun benar kubu Setya Novanto akan melapor, pihaknya mempercayai Polri akan bekerja secara profesional.

"‎Silahkan dilaporkan, saya kira polisi profesional dalam penyididikan, mana tindak pidana dan mana yang bukan. Tapi memang setiap orang boleh melapor ke polisi," tambahnya.

Senada dengan Basaria, Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga tidak ambil pusing. Menurut Febri, KPK akan tetap mengusut kasus korupsi yang merugikan negara tersebut.

"‎Silahkan saja, pihak-pihak lain berkomentar atau melakukan tindakan (melapor), yang pasti KPK akan melakukan upaya dan tindakan dalam penangnan kasus e-KTP ini yang sesuai aturan hukum yang berlaku," ungkap Febri.

Febri melanjutkan hingga kini, penyidik KPK masih mendalami lebih lanjut beberapa point yang ada di proses praperadilan.

Terutama soal pertimbangan hakim yang mengatakan bukti yang pernah digunakan untuk kasus Irman dan Sugiharto tidak bisa digunakan lagi untuk penyidikan Setya Novanto.

‎Disinggung soal kapan KPK akan segera mengeluarkan sprindik baru, Febri enggan menjawab rinci karena saat ini penyidik masih terus menganalisis putusan praperadilan.

"Kami belum bicara langkah apa yang akan dilakukan. Yang pasti sekarang kami serius mencermati fakta persidangan di praperadilan. Melihat bagaimana tindakan yang tepat dan sah sesuai hukum dalam penanganan kasus e-KTP.," tambahnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas