Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

ISU SARA

Polisi Dalami Keterkaitan Penghina Jokowi di Pasuruan dengan Saracen

"Sekarang kita tahan di Polda. Kita lihat perkembangan kasusnya. Kita sudah tahan dua hari ini," tambah Frans.

Polisi Dalami Keterkaitan Penghina Jokowi di Pasuruan dengan Saracen
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera (kedua dari kanan) menunjukan barang bukti dari tersangka ujaran kebencian, Senin (9/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fah

Baca: Ditemukan 75 Meme Bernuansa Kebencian dari Pemuda asal Pasuruan yang Hina Presiden

levi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur masih mendalami keterkaitan tersangka dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian asal Pasuruan, Haidar, dengan kelompok Saracen.

"Saracen kan berbentuk kelompok, selain memiliki tujuan politik juga tujuan finansial juga, terkait tujuannya (Haidar) masih kita dalami," ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (10/10/2017).

Saat ini polisi masih mendalami keterangan dari tersangka di Polda Jatim. Menurut Frans, pihaknya akan melihat perkembangan kasusnya untuk melimpahkan ke Bareskrim Polri.

"Sekarang kita tahan di Polda. Kita lihat perkembangan kasusnya. Kita sudah tahan dua hari ini," tambah Frans.

Haidar ditangkap setelah melakukan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui akun Instagram.

Dari postingan yang diunggah di Instagram, ia antara lain menghina Presiden Jokowi hingga menyamakan Kapolri dengan DN Aidit yang merupakan salah satu tokoh PKI.

Atas tindakannya itu, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tersangka terancam hukuman 6 tahun penjara.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas