Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

OTT Wali Kota Batu

Iwan Budianto Pertanyakan Kaitan Hotel Miliknya dengan OTT Wali Kota Batu

"‎Saya tadi tanya juga ke penyidik, apakah hotel milik saya dijadikan tempat perkara? Atau transaksi (suap) disana? Penyidik bilang tidak.

Iwan Budianto Pertanyakan Kaitan Hotel Miliknya dengan OTT Wali Kota Batu
Tribunnews.com/ Theresia Felisiani
Petinggi Arema FC nonaktif, Iwan Budiantodi Gedung KPK, Rabu (12/10/2017) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Di sela pemeriksaannya sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kota Batu, TA 2017 di KPK, Rabu (11/10/2017).

‎Petinggi Arema FC nonaktif, ‎Iwan Budianto yang diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Eddy Rumpoko, Wali Kota Batu sempat bertanya ke penyidik soal hotel miliknya, Hotel Ijen Suites apakah ada kaitan dengan kasus ini atau tidak.

"‎Saya tadi tanya juga ke penyidik, apakah hotel milik saya dijadikan tempat perkara? Atau transaksi (suap) disana? Penyidik bilang tidak. Jadi saya dipanggil, diundang sebagai Direktur Utama Ijen Suites karena mereka ketahui saya sebagai Direktur disana," ujar Iwan di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Iwan juga menambahkan meski dirinya sudah lama mengenal Eddy Rumpoko, ‎namun dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal kasus yang menjerat Eddy di KPK.

‎Lebih lanjut, dalam pemeriksaan tadi, Iwan mengaku dicecar penyidik soal hubungannya dengan Eddy Rumpoko.

"Tadi saya cuma delapan pertanyaan. Pripsipnya hari ini pertanyaan yang ringan-ringan saja. Apakah saya mengenal Pak Eddy rumpoko? Ya tentu saya mengenal," ungkap Iwan.

Pada penyidik, Iwan mengaku mengenal Eddy Rumpoko ‎jauh sebelum Eddy Rumpoko menjadi Kepala Daerah.

Perkenalan antara keduanya terjalin sejak 1997 disaat mereka sama-sama menjadi seorang pengusaha.

"‎Ditanya apakah saya mengenal Pak Eddy, apakah saya punya hubungan kekerabatan atau tidak? Soal itu saja. Kedekatan saya dengan Pak Eddy itu sebelum beliau jadi wali kota, kan dia pengusaha dulunya. Saya sudah kenal dia jauh sebelum jadi wali Kota tahun 1997 atau 1998 lalu, saat beliau jadi pengusaha properti yang cukup besar. Saya juga pernah beli properti dari dia," tambah Iwan.

Baca: Investasi Lebih Besar dari Tabungan, Indonesia di Ambang Resesi Menyakitkan

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas