Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Suap Pejabat Bakamla

KPK Periksa Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Soedewo

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Arie Soedewo akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

KPK Periksa Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Soedewo
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/HUMAS BAKAMLA
Kepala Bakamla Laksdya TNI Ari Soedewo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Bakamla, Laksamana Madya Arie Soedewo hari ini, Rabu (11/10/2017) ‎masuk dalam daftar agenda pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan Arie Soedewo akan diperiksa terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

Baca: Misteri Penembakan 3 Brimob, Kapolda: Mungkin Masalah Pribadi

"Kepala Bakamla diperiksa untuk tersangka NH (Nofel Hasan-Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla)," ucap Febri.

Selain memeriksa Arie Soedewo, penyidik juga mengagendakan pemeriksaan pada Novel Hasan ‎yang telah ditahan oleh penyidik sejak Jumat (11/8/2017) lalu di Rutan Guntur. Masih belum diketahui apakah dalam pemeriksaan nanti keduanya akan dikonfrontir atau tidak.

Pemeriksan pada Arie Seodewo untuk Nofel Hasan ‎sebelumnya sudah direncanakan sejak Agustus 2017 lalu, namun sering dijadwal ulang.

Arie Soedewo pernah diperiksa KPK saat proses penyidikan dengan tersangka Deputi Bidang Informasi dan Kerja Sama Bakamla, Eko Susilo Hadi.

Bahkan Arie Soedewo juga pernah dihadirkan sebagai saksi di persidangan dengan terdakwa Eko. Walau dua kali tidak hadir panggilan sebagai saksi ‎di persidangan.

Arie Soedewo yang merupakan pengguna anggran di lingkungan Bakamla diperiksa karena diduga mengetahui kasus dugaan suap proyek setelit monitoring.

Bahkan dalam surat dakwaan terhadap Dirut PT Merial Esa, Fahmi Dharmawansyah disebutkan sekitar Oktober 2016, di ruangan Kabakamla, arie Soedewo dan Eko membahas jatah 7,5 persen dari program setelit monitoring untuk Bakamla.

Arie Seodewo kemudian meminta agar fee sebesar dua persen dibayarkan lebih dulu. Setelah beberapa kali pertemuan, Fahmi melalui dua anak buahnya menindaklanjuti permintaan Arie Soedewo dan Eko tersebut.

Total uang suap yang diberikan Fahmi secara bertahap sebesar SGD 309.500, USD 88.500, Euro 10.000 dan Rp 120 juta.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas