Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi KTP Elektronik

Ratusan Brimob Bersenjata Lengkap Jaga Kantor DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Prihatin

Suasana kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat, tampak berbeda dari biasanya, Rabu (11/10/2017).

Ratusan Brimob Bersenjata Lengkap Jaga Kantor DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia Prihatin
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ratusan personel Polri dengan tameng mengamankan pintu masuk Kantor DPP Partai Golkar , Rabu (11/10/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat, tampak berbeda dari biasanya, Rabu (11/10/2017).

Ratusan anggota Brimob lengkap dengan senjata dan mobilnya, tampak berbaris seperti mengamankan kantor Golkar.

Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia mengaku prihatin menyaksikan suasana di kantor partai berlambang pohon beringin itu.

"Prihatin. Suasana di kantor sejak pagi tadi, seakan mengingatkan kita pada suasana masa-masa awal reformasi. Seperti aparat kepolisian siap siaga menghadapi demonstrasi mahasiswa yang menuntut perubahan," ujar Doli melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com.

Menurut Doli, seolah-olah penjagaan dari pasukan Brimob tersebut dapat ditafsirkan bahwa negara sedang mengalami situasi darurat, sehingga diperlukan kekuatan aparat keamanan maksimal untuk diturunkan.

Baca: Setya Novanto Pimpin Rapat Pleno, Ratusan Massa Datangi Kantor DPP Golkar

Ia mempertanyakan keadaan tersebut, lantaran di tengah situasi negara yang menurutnya aman-aman saja, mengapa di sebuah kantor partai politik ada suasana yang mencekam seperti itu.

"Kalau cuma karena ada Rapat Pleno yang adalah aktivitas rutin organisasi, apa agendanya sehingga perlu dikerahkan aparat negara sebesar itu? Ada ancaman apa sehingga segenting itu?" imbuh Doli.

Doli berasumsi bahwa hal tersebut lantaran kembali aktifnya Setya Novanto dari sembilan penyakit beratnya dan langsung memimpin rapat di Golkar.

Namun, ia mengaku heran mengapa Setya Novanto bisa dengan mudahnya mempergunakan aparat negara seperti Kepolisian dan Brimob itu.

"Bukankah aparat penegak hukum itu hanya bisa diperintahkan dan dipergunakan atas kepentingan negara? Apakah kekuatan Setyanovanto sudah berada di atas negara, sehingga bisa sesuka hati mempergunakan aparat negara untuk kepentingan pribadinya?" ujar Doli.

Menurutnya, hal-hal seperti inilah yang dapat menguatkan dugaan bahwa memang ada konspirasi besar yang melibatkan berbagai kekuatan politik.

"Bisa jadi oknum pemerintah untuk melindungi dan mengamankan Setyanovanto, sehingga pasukan Brimob bisa diperalat dan uang negara dipergunakan untuk itu," pungkasnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas