Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Calon Presiden 2019

Cak Imin Berpotensi Jadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Cak Imin sapaan akrabnya diprediksi bisa mengalahkan Setya Novanto dan Gatot Nurmantyo.

Cak Imin Berpotensi Jadi Cawapres Jokowi di Pilpres 2019
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, meyampaika pidato saat pelucuran buku di DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017). Cak Imin meluncurkan 2 buah buku yag berjudul Konstektualisasi Demokrasi di Indonesia dan Inntolerasi Diskriminasi dan Politik Multikulturalisme. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Muhaimin Iskandar mendadal muncul sebagai kandidat calon wakil presiden di pilpres tahun 2019 mendatang.

Cak Imin sapaan akrabnya diprediksi bisa mengalahkan Setya Novanto dan Gatot Nurmantyo.

"Dibanding Gatot dan Setya Novanto, Muhaimin memiliki potensi lwbih besar mendampingi Jokowi. Mungkin saja, Muhaimin maju sebagai cawapres 2019," kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti, Kamis(12/10/2017).

Ray menyebut, kalangan sipil berlatarbelakang politikus juga dinilai berpeluang menjadi pendamping Jokowi.

Tapi, modal elektabilitas dan basis massa yang kuat harus jadi syarat utama.

Tokoh yang punya basis suara seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bisa menjadi contohnya.

Cak Imin lanjut Ray memiliki basis massa yang kuat.

Sebagai ketua umum parpol dan bagian Nahdliyin, keponakan Gus Dur itu dinilai punya modal politik lebih besar.

"Syarat populer, basis massa yang kuat jadi modal level cawapres untuk sipil dari parpol. Cak Imin sudah memiliki syarat kuat di basis massa Islam dan didukung partai," ujar Ray.

Tapi, kata Ray, jalan Muhaimin tentu tak akan mudah.

Pasalnya PKB harus bekerja keras untuk mendulang suara pada pilkada 2018, khususnya di luar Jawa.

"PKB harus kerja keras untuk meningkatkan elektabilitasnya Cak Imin. Memang, Cak Imin bisa disebut mewakili basis massa NU, akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari para kiai NU, khususnya para kiai sepuh yang sangat disegani di NU. Sehingga, untuk Cak Imin hanya diperlukan melengkapi penyebaran basis massa di luar NU dan di luar Jawa," jelasnya.

Sementara, kata Ray, Gatot dan Setya Novanto justru akan menjadi batu sandungan bagi Jokowi di pilpres 2019. Gatot tidak punya basis massa yang jelas.

"Gatot diperkirakan hanya mendulang suara dari sebagian pendukung Prabowo Subianto. Sedangkan jika memilih Setya Novanto sangat rawan, karena tersandung kasus hukum," ujarnya.

  Loading comments...
berita POPULER
© 2017 TRIBUNnews.com All Right Reserved
Atas